Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyebut Wisma Danantara sebagai “rumah besar” bagi pengelolaan investasi negara. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya peran Danantara dalam strategi pembangunan ekonomi nasional.
Acara syukuran yang berlangsung khidmat itu diisi dengan laporan dari CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Presiden Prabowo sendiri. Seskab Teddy, yang turut mendampingi Presiden, menjelaskan bahwa pemotongan tumpeng ini merupakan simbol syukur atas babak baru kiprah Danantara Indonesia.
Baca Juga: Layanan e-Buzz Rupiah Digital, BRI Sambut Langkah Suci Jemaah Jawa Timur
Saat ini, Lembaga Pengelola Investasi Negara ini telah mengelola aset dengan nilai fantastis, yakni lebih dari 1 triliun dolar AS. Potongan tumpeng pertama secara simbolis diberikan Presiden Prabowo kepada Rosan, menandakan dukungan penuh dan kepercayaan terhadap kepemimpinan Danantara.
Usai acara syukuran, Presiden Prabowo langsung menggelar rapat terbatas (ratas) tertutup bersama jajaran pucuk pimpinan Danantara dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Seskab Teddy. Meskipun berlangsung tertutup bagi media, kehadiran sejumlah menteri koordinator dan menteri kunci menunjukkan seriusnya pembahasan mengenai strategi investasi.
Baca Juga: Seluruh BUMN Bakal Berkumpul di Bawah Payung Danantara
Hadir dalam acara tersebut antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar.
Dari pihak tuan rumah, tampak hadir Kepala BPI Danantara (CEO) Rosan Perkasa Roeslani, Kepala Pelaksana Bidang Operasional (COO) Danantara Dony Oskaria, serta Kepala Pelaksana Bidang Investasi (CIO) Danantara Pandu Sjahrir. Konsolidasi ini mengindikasikan upaya sinergis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi strategis.












