KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri secara resmi memulai gebrakan revitalisasi besar-besaran di jantung kota. Proyek agroundbreaking peningkatan Jalan Stasiun dan Jalan PJKA, lengkap dengan rehabilitasi saluran drainase dan trotoar, telah dilaksanakan pada Selasa (24/6/2025) pagi.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Langkah ambisius ini menandai fase awal transformasi signifikan kawasan Stasiun menjadi sebuah ruang publik modern yang ramah pejalan kaki dan bernuansa wisata, serupa dengan ikon kota lainnya seperti Malioboro atau Kayutangan.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam keterangannya, menggarisbawahi posisi strategis Jalan Stasiun sebagai salah satu pintu gerbang utama Kota Kediri, khususnya bagi para pengguna transportasi kereta api. “Kawasan ini tidak hanya sebagai akses utama, tapi ke depan kami harapkan bisa menjadi ikon baru Kota Kediri,” jelas Wali Kota Vinanda.
Ia menambahkan bahwa konsep trotoar akan dirancang sangat nyaman, dihiasi dengan pohon berwarna ungu yang menjadi identitas khas Kota Kediri, dan menampilkan estetika modern. “Ini akan jadi wajah baru Kediri,” tegasnya, optimis.
Revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik semata. Proyek ini juga mengusung konsep ramah lingkungan dan tata kota berkelanjutan, sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kediri dalam menciptakan infrastruktur yang maju sekaligus humanis.
Baca Juga: Menteri Imigrasi Diminta Pimpin Investigasi Dugaan Kekerasan Oknum Petugas Lapas Kediri
Wajah Baru Kediri: Ambisi Menuju Destinasi Unggulan
Dengan dimulainya proyek ini, Pemerintah Kota Kediri berharap area sekitar Stasiun akan menjelma menjadi kawasan representatif yang memiliki daya tarik tersendiri, layaknya Malioboro di Yogyakarta atau Kayutangan di Malang. Harapannya, Kota Kediri akan tampil dengan wajah yang lebih tertata rapi, nyaman bagi warga dan pengunjung, serta membanggakan.
“Mohon doanya, semoga proyek ini berjalan lancar dan bisa menjadi kebanggaan warga Kediri,” tandas Wali Kota Vinanda, memohon dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri, Yono Riyadi, menambahkan bahwa proyek ini telah melalui proses perencanaan matang sejak tahun 2024. Detail teknisnya mencakup pembangunan trotoar standar nasional dengan lebar ideal 5 meter di kedua sisi jalan. “Konsepnya *one way* ke arah Stasiun.
Tidak lagi pakai aspal, tapi *cobblestone* ukuran 10×10 cm agar lebih estetis. Ini butuh ketelitian kontraktor, tapi hasilnya akan sangat cantik dan berbeda dari kawasan lain,” terang Yono, menjelaskan pilihan material yang akan memberikan sentuhan visual unik.
Yono juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi erat dengan PT KAI, mengingat kawasan ini terintegrasi langsung dengan area stasiun yang juga direncanakan akan mengalami pengembangan lebih lanjut di masa depan. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan harmonisasi pembangunan antara fasilitas umum dan area komersial.
Detail Anggaran dan Pelaksana Proyek
Proyek peningkatan Jalan Stasiun-Jalan PJKA ini melibatkan dua kontraktor berbeda. Pekerjaan fisik jalan akan dilaksanakan oleh CV. Citra Terapan Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp3,44 Miliar. Sementara itu, proyek rehabilitasi saluran drainase dan trotoar dipercayakan kepada PT. Berlian Karya Teknik, dengan nilai kontrak mencapai Rp4,79 Miliar.
Total anggaran untuk kedua proyek ini adalah sekitar **Rp8,3 Miliar**, yang seluruhnya didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kediri Tahun Anggaran 2025. Seluruh tahapan pekerjaan akan diawasi secara ketat oleh CV. Sigra Asanka Consultant, untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan. Proyek ini diharapkan dapat menjadi kebanggaan baru bagi warga Kediri dan menarik lebih banyak wisatawan ke kota.












