Apakah masyarakat benar-benar termotivasi untuk mengurangi sampah secara berkelanjutan, ataukah hanya bergerak karena adanya iming-iming kompetisi?
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Imam Muttakin, memang menekankan urgensi lomba ini dalam menghadapi problem sampah.
Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: akankah inisiatif ini cukup untuk mengubah predikat Kota Kediri dari “kota sampah” menjadi kota yang benar-benar bersih dan berkelanjutan?
Tanpa penegakan aturan yang lebih tegas, infrastruktur pengelolaan yang memadai, dan kesadaran kolektif yang mendalam, perjuangan melawan tumpukan sampah ini akan terus menjadi tantangan yang tak berujung.
Baca Juga: Sidang Korupsi Perangkat Desa Kediri Ungkap Dugaan Rekayasa Seleksi Libatkan Unisma












