SIDOARJO, MEMO
Kericuhan terjadi di terminal keberangkatan Bandara Internasional Juanda, Surabaya, setelah sejumlah penumpang maskapai Lion Air meluapkan kemarahan mereka akibat keterlambatan penerbangan (delay) yang tidak kunjung memberikan kepastian.
Baca Juga: Mantan Kades Ambal Ambil Pasuruan Divonis Penjara Akibat Korupsi Dana Desa
Berdasarkan rekaman video yang beredar, para penumpang merasa diperlakukan tidak adil oleh pihak maskapai. Salah satu poin utama yang diprotes adalah adanya penerbangan lain dengan tujuan berbeda, seperti Palangkaraya, yang tetap diberangkatkan meskipun memiliki jadwal keberangkatan yang sama dengan penerbangan mereka yang tertunda.
Penumpang menepis alasan cuaca buruk sebagai penyebab tunggal, karena mereka melihat maskapai lain tetap bisa melakukan operasional penerbangan secara normal. “Garuda berangkat, cuacanya sentimen ya?” ujar salah satu penumpang dengan nada sindiran.
Baca Juga: Ular Piton 5 Meter Teror Warga Tandes Surabaya Masuk Kandang Ayam
Situasi memanas ketika penumpang menilai pihak maskapai tidak menjalankan regulasi penerbangan dengan benar terkait penanganan keterlambatan. Penumpang menuntut kehadiran pejabat setingkat General Manager atau manajer senior untuk menemui mereka dan memberikan solusi konkret, bukan hanya staf operasional biasa.
“Sesuai Pasal 8, itu harus ada setingkat General Manager yang menangani, jangan hanya staf biasa,” teriak seorang penumpang yang merujuk pada aturan hak-hak penumpang angkutan udara.
Dalam video tersebut, terlihat petugas keamanan bandara mencoba menenangkan massa agar tidak terjadi kontak fisik dengan staf maskapai. Penumpang yang sudah menunggu sejak siang hari merasa lelah dan tidak diprioritaskan oleh pihak Lion Air.
Hingga berita ini diturunkan, para penumpang masih menuntut kompensasi dan kejelasan jadwal keberangkatan. Kericuhan ini menambah daftar panjang keluhan pengguna jasa terkait manajemen waktu dan layanan informasi dari maskapai berlogo singa merah tersebut di Bandara Juanda.












