Example floating
Example floating
Home

Kecelakaan Maut di Tol Ciawi! Pakar Transportasi Bongkar Masalah Besar di Angkutan Logistik!

Avatar
×

Kecelakaan Maut di Tol Ciawi! Pakar Transportasi Bongkar Masalah Besar di Angkutan Logistik!

Sebarkan artikel ini

MEMO – Tragedi kecelakaan maut di Gerbang Tol Ciawi, Bogor, Jawa Barat, kembali mengungkap buruknya pengelolaan angkutan logistik di Indonesia. Minimnya perawatan kendaraan serta tekanan ekonomi yang dihadapi pengusaha angkutan sering kali memaksa mereka tetap mengoperasikan truk dalam kondisi tidak layak.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai bahwa kecelakaan serupa akan terus berulang selama sistem angkutan logistik di Indonesia masih semrawut.

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

“Kasus seperti ini tidak akan berhenti jika angkutan logistik di Indonesia tidak dibenahi. Banyak truk yang tetap dipaksa beroperasi meskipun kondisinya sudah tidak layak jalan,” ungkap Djoko dalam wawancara bersama Pro3 RRI, Rabu (5/2/2025).

Menurut Djoko, salah satu akar masalah dalam sektor angkutan logistik adalah sistem tarif yang kini diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Berbeda dengan sebelumnya, ketika pemerintah masih menentukan tarif batas bawah untuk angkutan barang, kini tarif hanya ditentukan melalui kesepakatan antara pemilik barang dan pengusaha angkutan.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer

“Karena tidak ada regulasi yang mengatur batas tarif, pengusaha terpaksa menerima harga berapa pun yang ditawarkan. Akibatnya, biaya perawatan kendaraan menjadi hal yang sering dikorbankan demi tetap bisa beroperasi,” jelasnya.

Namun, bukan hanya tarif yang menjadi persoalan. Djoko juga menyoroti ketidakadilan dalam sistem pengupahan sopir truk, yang hingga kini belum memiliki standar gaji minimum.

Baca Juga: Terdakwa Kasus Minyak Goreng Curhat Rumah Tangga Retak Akibat Pertanyaan Penyidik Kejagung