Kediri, Memo
Geng sepeda motor arak arakan sambil mengacungkan clurit, di sekitar kawasan Simpang Lima Gumul Kediri. Geng motor tersebut meresahkan warga, hingga videonya viral di grub grub watshapp serta beberapa media sosial, khususnya di facebook. Geng motor itu melintasi SLG menuju arah Ngasem.
Video yang beredar viral, banyak mendapatkan komentar para netizen. Pasalnya, para remaja yang bergabung dalam geng motor tersebut, mengendarai sepeda motor dengan ugal ugalan. Selain itu, mereka membawa senjata tajam. Beberapa terlihat membawa clurit, hingga membahayakan pengguna jalan.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan
Berdasar informasi yang diperoleh Memo, video yang beredar luas itu terjadi di kawasan Simpang Lima Gumul, sekitar Senin malam, hingga dini hari.
Kasi Humas Polres Kediri Iptu Uji Langgeng benarkan video itu. Bahkan juga, pihaknya sudah amankan beberapa pelaku.
“Telah ditangkap, sekarang ini masih juga dalam pengecekan selanjutnya,” kata Iptu Uji Langgeng, Selasa (1/11/2022).
Baca Juga: Kualitas Menu Makan Bergizi Gratis di Madiun Disorot Akibat Temuan Jambu Busuk
Sekitar 10 orang remaja yang lakukan tindakan seperti berandalan itu sekarang sedang dicheck oleh polisi.
Video segerombolan pengendara motor yang mengacung celurit di lokasi Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri trending pada media sosial.
Baca Juga: Dugaan Telur Busuk Program Makan Bergizi Gratis di Madiun Coreng Citra Satuan Pelayanan
Dalam video yang tersebar di facebook dan beberapa grup whatsAap itu, terlihat beberapa remaja memakai sepeda motor boncengan tanpa helm.
Segerombolan pengendara motor itu kebut-kebutan sekalian mengacung senjata tajam tipe celurit.
Mereka melewati area Monumen SLG Kediri ke arah daerah Kecamatan Ngasem. Beberapa remaja ini menunggangi motor ugal-ugalan.
Berdasar penjelasannya, kejadian itu terjadi pada Senin, (31/10/2022) sekitaran jam 02.00 WIB, awal hari.
Tragisnya, tiga dari 10 orang itu tetap di bawah umur. Sementara dari tangan mereka, polisi mengambil alih beberapa senjata tajam tipe parang dan celurit.
“Ada 10 orang, 3 di bawah umur. Dalam pada itu ya, kelak akan kita up-date,” tutup Iptu Uji Langgeng.












