Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi ketika spesies mamalia yang diyakini telah punah secara tiba-tiba muncul kembali. Kemunculannya terjadi di Pegunungan Cyclops, Sentani, Kabupaten Jayapura.
Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun
Spesies yang disebut Ekidna ini terakhir kali terlihat sekitar 60 tahun yang lalu. Hewan ini memiliki ciri yang mirip dengan landak, trenggiling, dan tikus tanah dengan moncong yang panjang.
Baru-baru ini, sebuah tim ilmuwan dari Universitas Oxford berhasil menemukannya dalam ekspedisi empat minggu mereka. Tim ini berhasil mendapatkan gambar Ekidna menggunakan kamera jejak.
Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun
Seorang ahli biologi bernama James Kempton menjadi orang pertama yang menemukan gambar hewan tersebut dalam kartu memori terakhir. Dalam gambar tersebut terlihat makhluk kecil yang sedang berjalan di antara semak-semak di hutan.
James Kempton bersama dengan rekan dari kelompok Indonesia YAPPENDA merasakan kebahagiaan yang luar biasa saat pertama kali melihat gambar tersebut. “Saya merasakan kebahagiaan yang luar biasa, dan juga perasaan lega setelah melakukan penelitian di lapangan selama waktu yang lama tanpa mendapatkan imbalan apa pun, hingga pada hari terakhir,” ujarnya seperti yang dilansir dari CBC, Jumat (1/12/2023).
Kembalinya Ekidna: Misteri Spesies Mamalia yang Tiba-tiba Muncul Lagi
Kebahagiaan tersebut tampaknya merupakan hasil dari perjuangan yang besar yang dialami oleh tim Kempton dalam melakukan penelitian mereka. Mereka mengalami berbagai hal mulai dari gempa bumi, malaria, hingga lintah yang menempel di bola mata.
Ekidna sendiri merupakan nama dari makhluk mitologi Yunani. Makhluk ini digambarkan sebagai setengah wanita dan setengah ular, dan dikenal sebagai penghuni liang yang pemalu di malam hari, sehingga sulit untuk ditemukan.
James Kempton menjelaskan bahwa spesies Ekidna berbeda dari mamalia lainnya. Hal ini disebabkan karena Ekidna termasuk dalam kelompok monotreata, kelompok yang bertelur dan terpisah dari mamalia lainnya sekitar 200 juta tahun yang lalu.
Spesies Ekidna hanya tercatat pernah terlihat sekali pada tahun 1961 oleh seorang ahli botani dari Belanda. Selain itu, Ekidna juga pernah ditemukan di berbagai wilayah di Australia dan New Guinea.
Misteri Kemunculan Kembali Spesies Mamalia yang Diduga Punah di Pegunungan Cyclops, Sentani, Kabupaten Jayapura
Dalam perjalanan empat minggu mereka, tim ilmuwan dari Universitas Oxford berhasil merekam keberadaan Ekidna menggunakan kamera jejak. Gambar pertama spesies ini ditemukan oleh ahli biologi James Kempton dalam kartu memori terakhir.
Perjuangan besar mereka di lapangan, mulai dari menghadapi gempa bumi, malaria, hingga lintah menempel di mata, membuahkan hasil yang menggembirakan. Kehadiran kembali Ekidna, yang merupakan makhluk mitologi Yunani, mengungkapkan fakta menarik bahwa spesies ini termasuk dalam kelompok monotreata, berbeda dari mamalia lainnya sekitar 200 juta tahun lalu.
Penemuan ini memberikan wawasan baru terhadap spesies langka yang pernah terlihat sekali pada tahun 1961 oleh ahli botani Belanda. Ekidna juga pernah ditemukan di berbagai wilayah di Australia dan New Guinea.