Peristiwa malang itu dimulai ketika korban yang masih mahasiswa, berangkat dari rumahnya, kata nya ke rumah saudaranya, yaitu Abdus Salam, penduduk dusun parasal, desa West Gapura. Tiba di rumah Abdus Salam, korban meminjam pakaian untuk ziarah , pada besoknya.
Kemudian korban mengundang dua muridnya yang juga siswa, yaitu Ilyas (13), seorang penduduk Gapura Barat dan Desa Asril (10), seorang penduduk desa Batang, untuk mandi di Sungai Lengelengan.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
“Ternyata korban ini tidak bisa berenang dengan baik, jadi itu tenggelam dan hilang. Beberapa saat kemudian, korban terlihat mengambang, ditemukan oleh temannya,” kata Widiarti.
Dua teman korban segera melaporkan kejadian itu kepada saudara korban, Abdus Salam. Tubuh korban kemudian dievakuasi dan dibawa pulang ke rumah orang tuanya di Hamlet Mujung, Desa Tamidung, Kabupaten Batang-Batang.
“Orang tua korban menolak untuk dilaksanakan oleh otopsi tubuh korban, mengingat kematian korban karena kecelakaannya sendiri karena tenggelam di sungai. Keluarga menyadari bahwa insiden itu nasib dari Allah,” kata Widiarti.












