MEMO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) baru saja menorehkan catatan gemilang dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2025. Lebih dari 4,7 juta penumpang setia telah dilayani dengan sukses oleh armada kereta api jarak jauh dan juga layanan kereta lokal yang menjangkau Pulau Jawa dan Sumatra.
Periode krusial Angkutan Lebaran yang berlangsung selama 22 hari, mulai dari tanggal 21 Maret hingga 11 April 2025, menjadi saksi bisu dedikasi KAI. Perusahaan pelat merah ini menyediakan total 4,59 juta kursi untuk mengakomodasi lonjakan permintaan pada kedua jenis layanan tersebut.
Tercatat, sebanyak 3,92 juta penumpang memilih kenyamanan layanan kereta api jarak jauh, dengan tingkat keterisian kursi (okupansi) yang fantastis mencapai 114 persen. Sementara itu, layanan kereta api lokal juga menunjukkan performa yang solid dengan mengangkut 792 ribu penumpang, mengisi 69 persen dari total kapasitas yang tersedia.
“Selama masa Angkutan Lebaran 2025, puncak kepadatan penumpang kereta api terjadi pada arus balik, tepatnya pada tanggal 2 April, di mana kami melayani 274.313 pelanggan. Angka ini terdiri dari 223.348 penumpang kereta api jarak jauh dan 50.965 penumpang kereta api lokal,” ungkap Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, dalam sesi evaluasi penutupan masa Angkutan Lebaran 2025 di Jakarta, Sabtu (12 April 2025).
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Lebih lanjut, Anne Purba menambahkan, “Volume penumpang arus balik tetap menunjukkan tren yang tinggi dari tanggal 1 hingga 7 April, dengan rata-rata harian di atas 250 ribu pelanggan. Fenomena ini sangat mungkin dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang memberlakukan *Work From Anywhere* (WFA) hingga tanggal 8 April.”
Di sisi lain, KAI mencatat puncak arus mudik terjadi pada tanggal 28 Maret 2025, dengan jumlah penumpang mencapai 215.561 jiwa. Pada hari tersebut, tingkat okupansi bahkan menyentuh angka 102 persen, menunjukkan antusiasme masyarakat untuk merayakan Hari Raya Idulfitri di kampung halaman.
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan
“Stasiun Pasar Senen, Gambir, dan Yogyakarta menjadi tiga stasiun yang mencatat jumlah penumpang keberangkatan tertinggi. Sementara itu, stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Purwokerto, Semarang, Bekasi, dan Bandung juga menunjukkan daya tarik yang signifikan bagi para pemudik dan pengguna jasa kereta api,” jelasnya.
Anne Purba juga menyinggung perihal pergerakan penumpang di wilayah Daop 1 Jakarta pasca Lebaran. “Hingga hari ini, tercatat baru 755.137 pelanggan yang tiba di wilayah Daop 1 Jakarta, dari total 902.715 pelanggan yang berangkat,” katanya.
“Dari sisi ketepatan waktu, *On Time Performance* (OTP) keberangkatan kereta api berhasil mencapai angka 99,69 persen, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 99,50 persen. Begitu pula dengan OTP kedatangan yang juga meningkat menjadi 97,23 persen, naik dari 96,90 persen pada masa Angkutan Lebaran 2024,” papar Anne dengan bangga.
“Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, KAI sekali lagi membuktikan komitmennya untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik, menjaga kenyamanan, serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi seluruh pelanggan selama masa Angkutan Lebaran 2025,” tegas Anne Purba.
“Ke depannya, KAI akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan. Hal ini kami lakukan demi mendukung mobilitas masyarakat dalam berbagai kesempatan,” pungkas Anne, menutup sesi evaluasi tersebut.












