Example floating
Example floating
Daerah

Kades Kayumas Lawan Covid -19, Gencar Lakukan Kegiatan Penyemprotan Dan Bagi-Bagi Masker

A. Daroini
×

Kades Kayumas Lawan Covid -19, Gencar Lakukan Kegiatan Penyemprotan Dan Bagi-Bagi Masker

Sebarkan artikel ini

[ad_1]

Situbondo, Memo

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun

Dalam upaya melawan penyebaran dan memutus mata rantai virus corona atau Covid-19, Kepala Desa Kayumas , Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo Jawa Timur Abdul Jalil melakukan kegiatan antisipatif membagikan ratusan masker kepada warganya di Dusun Tanah Merah.

Kades Abdul Jalil mengatakan untuk mencegah penyebaran virus corona di desanya, pada Senin (13/4/2020) kemarin, selain membagikan ratusan masker pihaknya juga melakukan penyemprotan Disinfektan ke seluruh rumah warga, serta sosialisasi kepada warga tentang cara hidup sehat dengan lingkungan yang sehat untuk melawan Covid-19.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

Ia berharap, dengan membagikan masker serta menjaga pola hidup lingkungan sehat dapat mengurangi penyebaran virus corona untuk warganya.

“Seluruh kegiatan terus kami lakukan dengan membentuk tim relawan melawan Covid-19, dan relawan siap berupaya maksimal memutus penyebaran virus Covid-19, khusunya di wilayah desa kami dan sekitarnya,” katanya.

Baca Juga: Fokus Infrastruktur Menteri PU Dody Hanggodo Berbicara Sejumlah Proyek Strategis di Jatim Pastikan Target Selesai Tepat Waktu dan Berkualitas

Menurutnya, langkah tanggap yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo yang telah mengeluarkan kebijakan tentang realokasi Dana desa untuk mengantisipasi penyebaran virus covid 19 di apresiasi oleh sejumlah Kepala Desa.

ia menilai kebijakan Pemkab Situbondo yang merujuk pada surat edaran Menteri Desa dan PDTT No 8 tahun 2020, tentang desa tanggap covid-19 dan penegasan padat karya tunai desa adalah pilihan paling bijak saat ini, meski mengaku harus mengurungkan salah satu program untuk di alihkan sementara menangani Covid-19.