Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan oleh warga yang beraktivitas di sekitar perairan Roomo yang melihat benda mencurigakan mengapung di permukaan air. Petugas yang segera menuju lokasi langsung melakukan evakuasi dengan standar protokol yang berlaku.
Keluarga korban yang menunggu dengan penuh kecemasan sejak awal pekan kini harus menerima kenyataan pahit.
Berdasarkan dugaan awal, korban mungkin kehilangan kendali atas perahunya akibat masalah kesehatan yang kambuh secara mendadak saat berada di tengah laut, mengingat adanya informasi mengenai riwayat penyakit asam lambung yang diderita korban. Hal ini pula yang diduga menyebabkan perahu terus melaju meski tanpa kendali pengemudi hingga menabrak daratan.
Pihak berwenang mengimbau agar para nelayan lebih waspada dan selalu memperhatikan kondisi fisik sebelum melaut. Keamanan di laut tetap menjadi prioritas utama, terutama saat cuaca atau kondisi fisik tidak memungkinkan untuk beraktivitas sendirian.
Jenazah Mat Rakim kini telah diserahkan kepada pihak keluarga di Kelurahan Lumpur untuk proses pemakaman, menandai berakhirnya operasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai unsur relawan dan petugas keamanan di Gresik.
FAQ
Korban diidentifikasi sebagai Mat Rakim (57), seorang nelayan yang merupakan warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.
Korban dilaporkan hilang setelah perahunya ditemukan melaju tanpa awak dan menabrak dermaga Mbah Kaji pada Senin sore.
Operasi pencarian berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD, dan Satpolairud.
asad korban ditemukan mengapung di wilayah perairan Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.












