Pada bulan Agustus 2024 ini, umat Islam akan menyambut bulan Safar 1446 H dengan sejumlah panduan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). BMKG telah merilis data penting mengenai Hilal yang berguna untuk pelaksanaan rukyat bulan baru. Dalam laporan resminya, BMKG menyediakan berbagai informasi seperti waktu konjungsi (Ijtima’), waktu terbenamnya Matahari, dan peta-peta astronomis yang dapat membantu dalam menentukan awal bulan Safar. Informasi ini menjadi referensi utama bagi masyarakat yang mengikuti metode rukyat maupun hisab dalam penentuan awal bulan baru.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
BMKG Ungkap Data Penting untuk Penentuan Bulan Safar 1446 H
Pada bulan Agustus 2024 ini, kita memasuki bulan Safar 1446 H. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi terkait data-data Hilal yang dapat digunakan untuk pelaksanaan rukyat (observasi bulan baru). Dalam pernyataan resminya, BMKG menjelaskan berbagai informasi penting yang bisa dijadikan acuan untuk menentukan awal bulan Safar 1446 H.
Beberapa informasi yang disediakan mencakup waktu konjungsi (Ijtima’), waktu terbenamnya Matahari, peta ketinggian Hilal, peta Elongasi, peta umur Bulan, peta Lag, peta fraksi iluminasi Bulan, serta objek astronomis lain yang mungkin mempengaruhi pengamatan Hilal. Selain itu, BMKG juga memberikan data Hilal saat Matahari terbenam di berbagai kota di Indonesia.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Konjungsi ijtima’ adalah fenomena ketika posisi ekliptika Bulan sejajar dengan posisi ekliptika Matahari jika dilihat dari Bumi. BMKG menginformasikan bahwa konjungsi ijtima’ berikutnya akan terjadi pada hari Minggu, 4 Agustus 2024, pukul 11:12:55 UT, atau pukul 18:12:55 WIB, pukul 19:12:55 WITA, dan pukul 20:12:55 WIT. Pada saat ini, posisi ekliptika Matahari dan Bulan akan tepat sama, yaitu 132,567 derajat.
Berdasarkan informasi ini, BMKG menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan rukyat Hilal yang menentukan bulan Safar 1446 H bagi yang menggunakan metode rukyat, observasi dapat dilakukan setelah Matahari terbenam pada tanggal 4 Agustus 2024, jika konjungsi terjadi sebelum terbenamnya Matahari. Sebaliknya, jika konjungsi terjadi setelah Matahari terbenam, observasi harus dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2024.
Bagi mereka yang menggunakan metode hisab untuk menentukan awal bulan Safar 1446 H, BMKG menyarankan untuk mempertimbangkan kriteria-kriteria yang relevan saat Matahari terbenam pada tanggal 4 dan 5 Agustus 2024.
Oleh karena itu, tanggal 4 dan 5 Agustus menjadi hari-hari penting untuk diperhatikan dalam penentuan awal bulan Safar, baik melalui rukyat maupun hisab.
Penentuan Awal Bulan Safar 1446 H: Informasi dan Metode
Pada bulan Agustus 2024, bulan Safar 1446 H akan dimulai, dan BMKG telah memberikan data astronomis penting untuk membantu penentuan awal bulan tersebut. Informasi yang disediakan mencakup waktu konjungsi ijtima’, peta ketinggian Hilal, serta data lainnya yang berkaitan dengan pengamatan bulan baru. Konjungsi ijtima’ yang akan terjadi pada 4 Agustus 2024 menjadi titik awal penting dalam menentukan awal bulan Safar.












