Example floating
Example floating
Birokrasi

Jaga Bumi Bersama! Pemerintah dan Masyarakat Diminta Berkolaborasi dalam Aksi Nyata Lindungi Lingkungan

Avatar
×

Jaga Bumi Bersama! Pemerintah dan Masyarakat Diminta Berkolaborasi dalam Aksi Nyata Lindungi Lingkungan

Sebarkan artikel ini

MEMO – Dalam upaya memperkuat peran Indonesia dalam aksi global menghadapi perubahan iklim, Radio Republik Indonesia (RRI) menggelar workshop bertajuk “Indonesia’s Role on Global Climate Action” pada Kamis (27/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut, National Program Officer/Focal Point for Indonesia, Bambang Arifatmi, menegaskan bahwa pemerintah telah menyusun strategi nasional untuk mengurangi emisi karbon di berbagai sektor, termasuk dalam pengelolaan limbah, daur ulang, dan penerapan ekonomi sirkular.

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

“Pemerintah sudah memiliki strategi nasional untuk menekan emisi di semua sektor. Langkah ini mencakup pengelolaan limbah yang lebih baik, peningkatan daur ulang, serta penerapan konsep ekonomi sirkular,” ujar Bambang dalam sesi tanya jawab di acara workshop tersebut.

Bambang menambahkan bahwa pelestarian lingkungan tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat.

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

“Saat ini banyak inovasi dan teknologi yang dikembangkan oleh masyarakat yang sangat bermanfaat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Sebagai contoh, ia menyebutkan bahwa masyarakat telah memanfaatkan teknologi lokal seperti windbreak dan agroforestri untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan mencegah degradasi lingkungan.

Baca Juga: Kasus TPA Pojok Kediri Masuk Persidangan, Hakim : Silakan Penuhi Persyaratan Sebelum Gugatan Saudara Dinyatakan Sah

Selain itu, kombinasi pertanian, kehutanan, dan perikanan juga mulai diterapkan guna memperkuat ketahanan ekosistem. Upaya mitigasi lainnya dilakukan dengan memperketat regulasi dan meningkatkan patroli hutan untuk mencegah deforestasi yang berkontribusi pada pemanasan global.

Sebagai penutup, Bambang menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak mengulang kesalahan di masa lalu, di mana ekspansi industri dilakukan tanpa memperhitungkan dampak ekologisnya.

“Jangan sampai kita kembali ke era 1980-an, di mana pembukaan Hutan Bakau Hijau (HBH) justru berujung pada kerusakan lingkungan yang signifikan,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor industri, diharapkan Indonesia dapat memimpin aksi nyata dalam menjaga lingkungan, baik di tingkat nasional maupun global.