” Kalau ini tidak segera dibenahi maka puluhan hektar sawah memasuki musim kemarau mendatang akan kehilangan air irigasi,” ucap Ibnu Malik staf pemdes Ngepeh saat berada dilokasi.
Sementara dijelaskan Kepala Desa Ngepeh , Eko Nanang bahwa bencana tanggul jebol tersebut terjadi saat banjir besar pada rabu malam (6/1/2021) sekitar pukul 20.00 WIB.” Karena kondisinya parah kami berharap ada perhatian dari daerah. Agar fungsi pengairan bisa kembali normal dan petani tidak kesulitan mendapatkan air irigasi,” tandasnya.
Ditanya apa harapannya kepada pemerintah daerah dibalik pasca terjadinya bencana alam ini. Dituturkan kades harapannya agar daerah membantu melakukan perbaikan tangul sungai dan melakukan normalisasi sepanjang kurang lebih 2 kilo meter.
” Untuk tanggul kanan kiri sudah waktunya diplengseng . Termasuk perbaikan DAM pare sudah rusak parah. Kami berharap mudah mudahan segera disurvay,” ujarnya
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Ditempat terpisah saat wartawan memo.co.id berusaha menghubungi nomor ponsel Kepala Dinas PUPR Nganjuk, Gunawan Widagdo untuk klarifikasi masalah ini belum bisa terhubung. (adi )












