Seiring dengan pencapaian tersebut, total tenaga kerja yang terserap sebanyak lebih dari 1,2 juta. ’’Ini tenaga kerja langsung. Kalau dari teori ekonominya, biasanya tiga sampai empat kali lipat. Jadi, kalau dikalikan tiga atau empat, itu bisa sampai 4 juta sampai 5 juta,’’ jelasnya.
Bahlil memerinci, dari capaian tersebut, penanaman modal asing (PMA) tercatat Rp 454 triliun (50,4 persen). Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 447 triliun (49,6 persen). ’’Kalau tren ini mampu kami pertahankan pada 2022, insya Allah Indonesia akan masuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan pendapatan per kapita akan bergeser,’’ jelas mantan Ketum Hipmi itu.
Baca Juga: Kejutan Juli Dana Triliunan Rupiah Siap Guyur Lembaga Investasi BPI Danantara
Dari sisi lokasi, Jawa Barat tercatat menjadi provinsi dengan investasi masuk terbesar sepanjang 2021. Yakni, tercatat Rp 136,1 triliun. Disusul DKI Jakarta (Rp 103,7 triliun); Jatim (Rp 79,5 triliun); Banten (Rp 58 triliun); dan Riau (Rp 53 triliun).












