Fokus pilar kedua adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang ramah lingkungan. Inovboyo 2025 mendorong inovasi yang berpusat pada pengurangan limbah, praktik daur ulang yang efektif, serta penggunaan kembali produk dan material. Tujuannya adalah merancang produk yang mudah didaur ulang, tahan lama, dan menemukan cara-cara kreatif untuk memanfaatkan kembali material yang sudah ada, mendukung keberlanjutan lingkungan kota.
Pilar ketiga menempatkan teknologi sebagai alat bantu yang memberdayakan masyarakat. Secara spesifik, pilar ini menekankan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk peningkatan kualitas SDM. AI diharapkan dapat mempermudah akses informasi, membuka peluang sumber penghasilan baru, dan meningkatkan efektivitas komunikasi jarak jauh, sehingga teknologi benar-benar berfungsi untuk kemaslahatan manusia.
Pemerintah Kota Surabaya sendiri telah menunjukkan komitmen nyata dalam inovasi berkelanjutan. Saat ini, setidaknya ada 32 inovasi yang telah dikembangkan di sektor sosial. Contohnya adalah inovasi FLASH dari Dinas Sosial (Dinsos) yang telah terbukti mempercepat layanan ambulans gawat darurat.
Ada pula inovasi KOMPAK, sebuah program yang dirancang untuk menurunkan angka kemiskinan baik di pusat kota maupun di daerah perbatasan, serta berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Surabaya.
Baca Juga: YDSF Salurkan THR Rp.3 Milyar untuk Sekitar 6.000 Guru Al-Quran di Akhir Ramadhan
Dengan Inovboyo 2025, Surabaya tidak hanya berambisi menjadi kota yang modern, tetapi juga kota yang dibangun atas dasar kolaborasi, keberlanjutan, dan teknologi yang berpihak pada kemajuan seluruh warganya. (Hafida)












