Menurut Sandi, tren pariwisata halal terus meningkat belakangan ini. Hal itu merujuk pada peningkatan pengeluaran wisawatan muslim, serta lamanya berwisata.
Untuk itu, Sandi mengutarakan, Kemenparekraf terus berupaya menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti transportasi, hotel hingga kuliner bersertifikasi di sejumlah destinasi wisata utama seperti Bali dan Labuan Bajo.
Untuk mendukung pariwisata halal di Indonesia, Kemenparekraf juga melaksanakan sertifikasi terhadap para pendamping atau tour guide dan sudah mengikuti perkembangan digitalisasi dan teknologi informasi.
“Pemerintah mendukung ekonomi syariah dengan berkolaborasi dengan berbagai platform. Bertahun-tahun kita mengembangkan pariwisata ini. Dengan Konsep gotong royong kita dapat meraih kesempatan pariwisata halal yang lebih baik,” kata Sandi.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik












