Untuk memastikan keamanan produk bahan makanan, Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian berkeinginan untuk meningkatkan jumlah tempat pengolahan iradiasi di Indonesia.
Peran penting teknologi nuklir dalam penanganan produk bahan makanan juga dipertegas oleh Marta Walo, seorang pakar nuklir dari International Atomic Energy Agency (IAEA) asal Polandia.
Menurutnya, iradiator sinar gamma dan elektron merupakan teknologi yang efektif dalam membunuh bakteri penyebab pembusukan pada bahan makanan.
Dengan penanganan yang baik, masa simpan produk dapat diperpanjang, sehingga berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan.
Marta Walo, sebagai periset dan Kepala Laboratorium Pengukuran Dosis Teknologi di Lembaga Kimia Nuklir dan Teknologi Polandia (INCT), memberikan paparan tentang standarisasi dan akreditasi di laboratorium.
Semua hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa penggunaan teknologi nuklir dalam penanganan bahan makanan berjalan dengan aman dan efisien, sehingga berdampak positif pada ketahanan pangan di Indonesia.
Baca Juga: Motif Cemburu, Pria di Tulungagung Nekat Bakar Rumah Pacar Hingga Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta












