Example floating
Example floating
PeristiwaDaerah

Inilah Rahasia Tersembunyi di Balik Teknologi Nuklir Pangan

×

Inilah Rahasia Tersembunyi di Balik Teknologi Nuklir Pangan

Sebarkan artikel ini
Inilah Rahasia Tersembunyi di Balik Teknologi Nuklir Pangan

Memo,Jakarta: Ingin Tahu Rahasia di Balik Ketahanan Pangan? Peneliti Ahli Ungkap Dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk Menghadapinya dengan Teknologi Nuklir! Temukan Pentingnya Iradiator Sinar Gamma dan Elektron dari Pakar IAEA Polandia untuk Memastikan Keamanan Bahan Makanan.

Peneliti Ungkap Dukungan BRIN untuk Ketahanan Pangan dengan Teknologi Nuklir

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan dukungan pada ketahanan pangan melalui pengelolaan bahan makanan menggunakan teknologi nuklir.

Baca Juga: Laksanakan Tugas Kemanusiaan, Babinsa Koramil 02 Pesantren / Kodim 0809 Kediri Amankan dan Evakuasi ODGJ di Kelurahan Tempurejo

Keberadaan fasilitas teknologi nuklir di masa depan dianggap semakin penting, seperti yang diungkapkan oleh Peneliti Ahli Utama dari Organisasi Riset Tenaga Nuklir (OR TN), Totti Tjiptosumirat, dalam forum diskusi BRIN pada tanggal 24 Juli 2023.

Pakar IAEA Polandia Menyoroti Keampuhan Iradiator Sinar Gamma dan Elektron

Menurutnya, Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian menginginkan peningkatan jumlah tempat pengolahan iradiasi di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memproses bahan pangan yang akan dikirimkan ke berbagai negara di dunia.

Baca Juga: Pasca Insiden Pengendara Sepeda Motor Tertemper KA Brantas di Perlintasan JPL 265 KM 172+762 Petak Jalan Kras–Ngadiluwih,PT KAI Daop 7 Madiun Ingatkan Rambu Tanda Dahulukan Laju KA

Marta Walo, seorang pakar nuklir dari International Atomic Energy Agency (IAEA) asal Polandia, juga menggarisbawahi pentingnya penggunaan teknologi nuklir dalam penanganan produk bahan makanan. Teknologi nuklir yang dimaksud di sini adalah iradiator sinar gamma dan elektron. Hal ini sebagaimana dikutip dari BRIN.go.id.

Marta menjelaskan bahwa penanganan yang baik terhadap produk bahan makanan saat ini menjadi tuntutan penting bagi para pelaku bisnis. Dengan penanganan yang baik, masa simpan produk dapat diperpanjang, yang pada akhirnya akan meningkatkan ketahanan pangan. Iradiator sinar gamma dan elektron diyakini dapat membunuh bakteri yang menyebabkan pembusukan pada bahan makanan.

Baca Juga: Motif Cemburu, Pria di Tulungagung Nekat Bakar Rumah Pacar Hingga Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta

Marta Walo sendiri adalah seorang periset dan juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Pengukuran Dosis Teknologi di Lembaga Kimia Nuklir dan Teknologi Polandia (INCT). Dalam paparannya berjudul “Supervision Dosimetry and Quality Assurance for Industrial Radiation Processing,” Marta menjelaskan berbagai peralatan yang ada di laboratorium INCT di Polandia. Di sana, selalu ditekankan tentang pentingnya standarisasi dan akreditasi di laboratorium, sesuai dengan yang disampaikan oleh Marta.

Mendukung Ketahanan Pangan melalui Teknologi Nuklir

Dalam upaya menghadapi tantangan ketahanan pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah memberikan dukungan yang kuat melalui pemanfaatan teknologi nuklir.

Dalam forum diskusi BRIN, Totti Tjiptosumirat, Peneliti Ahli Utama dari Organisasi Riset Tenaga Nuklir (OR TN), menyoroti pentingnya pengelolaan bahan makanan dengan teknologi nuklir di masa depan.