Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI), Retno Marsudi, menekankan pentingnya kerja sama di kawasan maritim Indo-Pasifik dalam menghadapi berbagai tantangan. Pada the 11th Expanded ASEAN Maritime Forum (EAMF) di Bali, beliau menyampaikan bahwa berbagai kepentingan negara besar sering bertabrakan di wilayah tersebut.
Dalam upayanya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan, ASEAN harus bekerja bersama untuk mengatasi situasi ini. Dia juga menyoroti peran kunci dimensi maritim dalam mewujudkan wilayah ini sebagai “Epicentrum of Growth”. Retno menggarisbawahi tiga poin penting, yaitu memastikan lautan perdamaian dengan penerapan hukum internasional, menciptakan kerja sama maritim sebagai katalis kepercayaan dan perdamaian, serta mengembangkan sinergi kebijakan di Indo-Pasifik melalui forum EAMF.
Selain itu, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Sidharto Suryodipuro, juga mengungkapkan betapa krusialnya kepercayaan dan peran sentral ASEAN dalam mengatur kebijakan dan tata kelola maritim di wilayah tersebut. Peluncuran ASEAN Maritime Outlook (AMO) menjadi langkah maju dalam mendorong kerja sama maritim ASEAN.
EAMF, yang dihadiri oleh pejabat tinggi dari negara-negara ASEAN dan delapan negara mitra, menjadi salah satu platform penting dalam rangkaian kegiatan ASEAN Senior Officials’ Meeting (SOM) yang berlangsung di Bali.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi: ASEAN Bersama Hadapi Tantangan Maritim!
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, mengungkapkan bahwa banyak kepentingan negara besar yang seringkali bertabrakan di wilayah maritim Indo-Pasifik. Beliau menekankan bahwa ASEAN harus bersama-sama menghadapi tantangan ini.
“Dalam menghadapi tantangan ini, kita harus berhati-hati karena dampaknya dapat mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan,” tegas Retno dalam pidato pembukaan the 11th Expanded ASEAN Maritime Forum (EAMF) di Bali, seperti dikutip pada Jumat (4/8/2023).
Ia menegaskan pentingnya upaya ASEAN untuk mencegah kawasan ini menjadi pusat konflik atau “Epicentrum of Conflict”.
“Kita harus menghindari wilayah ini menjadi “Epicentrum of Conflict”. Dimensi maritim memiliki peran kunci dalam menjadikan wilayah ini sebagai “Epicentrum of Growth”,” ujar Retno.
Selain itu, Retno juga menyoroti pentingnya memiliki visi bersama sebagai pedoman di wilayah maritim Indo-Pasifik.
Pertama, memastikan terwujudnya perdamaian di laut dengan penerapan hukum internasional yang konsisten dan menghindari tindakan yang mengancam keamanan pihak lain.
Kedua, menciptakan kerja sama maritim sebagai katalis untuk membangun kepercayaan dan perdamaian yang berkelanjutan.
ASEAN Fokus Tingkatkan Kerja Sama Maritim di Indo-Pasifik melalui EAMF
“Dalam hal ini, the ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) memegang peranan sentral dalam mendorong kerja sama di berbagai bidang maritim, termasuk sektor ekonomi biru, keamanan maritim, dan mendukung kesejahteraan penduduk pesisir,” jelasnya.
Selain itu, Retno juga mendorong agar EAMF menjadi wadah untuk mengembangkan dan memperkuat sinergi kebijakan terkait kerja sama dan pengelolaan maritim di Indo-Pasifik.
“Semua pihak yang berkepentingan harus ikut serta dalam mewujudkan tujuan ini,” tegas Retno.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Sidharto Suryodipuro, menyampaikan betapa pentingnya membangun kepercayaan dan peran aktif ASEAN dalam membentuk kebijakan dan pengelolaan maritim di kawasan.
“ASEAN juga baru saja merilis edisi perdana ASEAN Maritime Outlook (AMO) yang merangkum berbagai progres dan arah kerja sama maritim ASEAN dalam satu dokumen yang komprehensif,” tambah Sidharto.
Sebagai informasi, EAMF dihadiri oleh perwakilan pejabat tinggi dari seluruh negara ASEAN, serta delapan negara mitra seperti Amerika Serikat, Australia, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia, RRT, dan Selandia Baru.
Sejumlah panelis juga turut hadir untuk menyampaikan inisiatif kerja sama maritim yang mencakup aspek perdamaian, stabilitas, dan ekonomi biru. EAMF merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ASEAN Senior Officials’ Meeting (SOM) yang berlangsung di Bali pada 31 Juli hingga 5 Agustus 2023.
Menteri Luar Negeri RI Dorong Kerja Sama Maritim ASEAN dalam Hadapi Tantangan di Indo-Pasifik
Dengan dihadiri perwakilan pejabat tinggi dari seluruh negara ASEAN dan delapan negara mitra, EAMF menjadi sebuah forum penting yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ASEAN Senior Officials’ Meeting (SOM) di Bali. Inisiatif kerja sama maritim yang dibahas dalam forum ini mencakup aspek perdamaian, stabilitas, dan ekonomi biru.
Semua pihak yang berkepentingan diharapkan ikut serta aktif dalam mewujudkan tujuan bersama untuk menjaga perdamaian dan kesejahteraan di wilayah Indo-Pasifik.












