Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Ini Kisah Ratusan Warga Kota Kediri Menggapai Asa Lewat Ijazah Kesetaraan

A. Daroini
×

Ini Kisah Ratusan Warga Kota Kediri Menggapai Asa Lewat Ijazah Kesetaraan

Sebarkan artikel ini
Ini Kisah Ratusan Warga Kota Kediri Menggapai Asa Lewat Ijazah Kesetaraan

Kediri, Memo

Di tengah gemuruh kota, sebuah langkah nyata menuju masa depan yang lebih inklusif baru saja terukir. Sebanyak 437 warga Kota Kediri resmi mendapatkan ijazah kesetaraan, Senin (7/7/2025), setelah berhasil menuntaskan program pendidikan non-formal.

Baca Juga: Waw !, Politikus PDIP, Renny Pramono dan Pulung Disebut dalam Aliran Suap, Sidang Korupsi Perangkat Desa Rp. 13 M di Pengadilan

Ini bukan sekadar penyerahan dokumen, melainkan sebuah seremonial penuh makna yang mengembalikan harapan, harga diri, dan membuka pintu kesempatan bagi ratusan individu dari berbagai latar belakang usia.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Kediri di bawah kendali Wali Kota Vinanda Prameswati dalam memerangi angka putus sekolah yang masih membayangi.

Baca Juga: Istri Jadi Caleg, Suami Diduga Gunakan Uang Suap Rp2 Miliar untuk Dana Kampanye

Mbak Nanda, sapaan akrab Wali Kota Vinanda, melihat peristiwa ini sebagai fondasi kuat untuk masa depan Kota Kediri. “Dengan penyerahan ijazah kesetaraan ini, diharapkan bisa menjadi motivasi untuk terus belajar, sehingga ke depan di Kota Kediri tidak ada lagi angka putus sekolah,” tuturnya.

Ia menegaskan, ini adalah “penyerahan kembali harapan, harga diri, dan masa depan” bagi mereka yang mungkin sempat terpinggirkan dari jalur pendidikan formal. Lulusan ini beragam, dari mereka yang masih berusia muda di bawah 24 tahun hingga warga yang telah berusia lebih matang, semua kini memegang kunci yang sama.

Baca Juga: Fakta Persidangan Terungkap Aliran Dana Korupsi Mengalir ke LSM Kediri, Media Hingga Institusi Keamanan

Strategi Lintas Sektor: Menjangkau yang Tak Terjangkau

Pemerintah Kota Kediri tak mau berhenti hanya pada seremoni. Mbak Nanda mengungkapkan inisiatif progresif untuk membentuk tim penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Tim ini adalah perwujudan dari kolaborasi masif, melibatkan kekuatan lintas sektor mulai dari Dinas Pendidikan, Dinsos, Dispendukcapil, Bappeda, DP3AP2KB, Kominfo, Kemenag, para Camat, hingga Forum PKBM Kota Kediri. Sebuah orkestrasi birokrasi yang didedikasikan untuk satu tujuan mulia.