Menurut Ketua Komite Tetap Pemberdayaan Ekonomi Digital KADIN, Helmi Balfas, kepemimpinan digital adalah faktor penting dalam mendorong inovasi di sektor publik. Transformasi digital tidak hanya berarti mengadopsi teknologi baru, tetapi juga mengubah pola pikir agar lebih inovatif dan agile.
Terdapat tiga pilar utama dalam transformasi digital:
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Pemanfaatan big data untuk pengambilan keputusan yang lebih akurat
Kolaborasi lintas sektor dan kementerian
Penguatan kompetensi digital untuk menciptakan talenta digital baru
“Transformasi digital yang berhasil tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga mengubah cara berpikir birokrat dan pelaku usaha agar lebih inovatif,” jelas Helmi.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi, Muhammad Isra Ramli, menegaskan bahwa tahun 2025 adalah momen pembuktian kepemimpinan baru di Indonesia.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto ingin melepaskan Indonesia dari jebakan middle income trap dengan efisiensi birokrasi dan reformasi tata kelola pemerintahan.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
“Selama ini, publik menilai birokrasi terlalu boros dan tidak optimal dalam melayani masyarakat. Kebijakan efisiensi ini diharapkan membuat instansi pemerintah lebih selektif dalam penggunaan anggaran dan lebih fokus pada pelayanan publik,” ujarnya.
Di akhir acara, Isra menegaskan bahwa sinergi lintas sektor antara pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.












