Example floating
Example floating
Home

IHSG Melonjak Awal 2025, Sentuh Level 7.163: Sektor Finansial Jadi Penggerak Utama

Avatar
×

IHSG Melonjak Awal 2025, Sentuh Level 7.163: Sektor Finansial Jadi Penggerak Utama

Sebarkan artikel ini

MEMO – Mengawali tahun 2025 dengan penuh optimisme, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat kenaikan signifikan pada Kamis (2/1/2025). Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG terus bergerak di zona hijau hingga ditutup di level 7.163, naik sebesar 1,18 persen atau 83 poin.

Sebanyak 338 saham mencatat kenaikan harga, 279 saham mengalami penurunan, dan 330 saham lainnya stagnan. Total volume perdagangan mencapai 19,36 miliar lembar saham, dengan frekuensi transaksi mencapai satu juta kali. Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp9,02 triliun, sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp12.469 triliun.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Tim Phillip Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa sektor finansial, bahan baku, dan energi menjadi motor utama penguatan IHSG hari ini. Saham-saham finansial yang paling banyak diminati oleh investor asing antara lain BBRI, BBNI, dan BBCA.

“Kenaikan IHSG hari ini diiringi dengan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing sebesar Rp16,85 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas asing adalah CARE, BRMS, dan UNTR,” ungkap Tim Phillip Sekuritas.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Dari sisi domestik, sentimen positif datang dari pengumuman data inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulanan pada Desember sebesar 0,44 persen, dengan inflasi sepanjang tahun 2024 mencapai 1,57 persen. Angka ini sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 1,6 persen, namun masih berada dalam target Bank Indonesia sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Inflasi inti tahunan tercatat meningkat menjadi 2,26 persen, sedikit lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 2,28 persen.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Di sisi lain, bursa saham Asia ditutup dengan pergerakan yang bervariasi. Menurut Tim Phillip Sekuritas, pelaku pasar masih bersikap hati-hati menyambut ketidakpastian global, terutama terkait kebijakan yang mungkin diambil oleh Donald Trump setelah kembali menjabat sebagai Presiden AS.

“Awal tahun 2025 diperkirakan menjadi periode yang menantang bagi pasar saham. Sentimen global masih diwarnai ketidakpastian, terutama terkait kebijakan ekonomi Trump dan kemungkinan langkah hawkish dari bank sentral AS,” jelas Tim Phillip Sekuritas.