Example floating
Example floating
inspirasiPeristiwa

Ibadah Qurban: Bentuk Pembelaan terhadap Penderitaan dan Kemiskinan

Avatar
×

Ibadah Qurban: Bentuk Pembelaan terhadap Penderitaan dan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Ibadah Qurban Bentuk Pembelaan terhadap Penderitaan dan Kemiskinan

Di antaranya adalah maraknya kemaksiatan, perzina’an, penyelewengan, kecurangan, pencurian, perampasan, perampokan, dan penodongan.

“Setiap hari kita bisa membaca hal-hal tersebut di media massa. Bahkan mulai muncul fitnah terhadap orang-orang tertentu untuk menjatuhkan karakter pribadinya”, ujar Azman.

Baca Juga: Arus Balik Libur Nataru 2025/2026, Berikut Beberapa Stasiun KA Yang Jadi Favorit Penumpang

Menurut Azman, semua persoalan ini merupakan realitas yang ada di Indonesia saat ini.

Seberapa pun kerasnya upaya untuk bangkit dari keadaan yang sulit, semua usaha akan sia-sia jika tidak diiringi oleh sikap-sikap mulia.

Baca Juga: Rangkaian Musda VII LDII Kota Kediri tahun 2025, Upayakan Peningkatan Kapasitas Pemuda

“Seperti kasih sayang, belas kasih setia, kebijaksanaan, pengabdian, rasa persaudaraan, serta keadilan yang tegak dan terhormat”, lanjutnya.

Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan kejahatan dalam masyarakat semakin kompleks dan beragam.

Baca Juga: Musda VII LDII Kota Kediri Tahun 2025 Resmi Dibuka Wali Kota Vinanda , Lahirkan ECO Pesantren Dan SDM Profesional Religius

Artikel di atas menggarisbawahi pentingnya ibadah qurban sebagai wujud nyata pembelaan terhadap penderitaan dan kemiskinan.

Namun, kesembilan kejahatan yang diungkapkan oleh Rasulullah masih ada di sekitar kita, seperti kemaksiatan, perzinahan, penyelewengan, kecurangan, pencurian, perampasan, perampokan, dan penodongan.

Untuk mengatasi ancaman ini, diperlukan sikap-sikap mulia seperti kasih sayang, pengabdian, kebijaksanaan, dan keadilan yang tegak.

Hanya dengan upaya kolektif dan kesadaran masyarakat, kita dapat melawan kejahatan-kejahatan ini dan mewujudkan masyarakat yang lebih baik dan harmonis.