MEMO – Hujan deras yang melanda sebagian besar wilayah Sumatra Barat sejak Senin (6/1/2025) siang hingga malam telah menyebabkan bencana banjir besar di Kabupaten Pesisir Selatan. Akibatnya, akses jalan nasional yang menghubungkan Padang dan Painan terputus.
Juru Bicara BPBD Provinsi Sumatra Barat, Ilham Wahab, mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang tercatat mencapai 165 mm per hari tergolong ekstrem dan berlangsung dalam durasi yang cukup lama.
“Hujan deras ini telah mengakibatkan 889 rumah atau sekitar 1.089 kepala keluarga terdampak banjir. Selain itu, material longsor dan pohon tumbang menutupi jalan nasional Padang-Painan, sehingga akses sempat terputus,” jelas Ilham kepada Pro 3 RRI, Selasa (7/1/2025).
Ilham menambahkan bahwa Balai Jalan Nasional telah memulai proses pembersihan sejak Selasa siang. Saat ini, kendaraan roda empat sudah bisa melintasi jalur tersebut, meski dengan sistem buka-tutup karena proses pemulihan masih berlangsung.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Yuskardi, menyebut bahwa banjir merendam lima kecamatan, yaitu Kecamatan Koto XI Tarusan, Empat Jurai, Sutera, Lengayang, dan Bayang. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Koto XI Tarusan, khususnya di Nagari Duku, Duku Utara, dan Siguntur Tua, di mana akses jalan lintas Sumatra sempat terputus total akibat banjir.
“Saat ini, genangan air di sebagian wilayah sudah mulai surut, dan beberapa warga telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, kami masih melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah akibat banjir,” terang Yuskardi.
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengingat cuaca masih menunjukkan hujan ringan. Bagi para pengguna jalan lintas Sumatra, khususnya di Kecamatan Koto XI Tarusan, disarankan untuk berhati-hati meskipun genangan air telah surut.












