Hotel di kawasan Jalan Kartika Plaza digunakan sebagai markas oleh operator judi Online
Jajaran Satreskrim Polresta Denpasar menggerebek sebuah Hotel di kawasan Jalan Kartika Plaza, Kuta, Badung pada Sabtu (13/8) sekitar pukul 20.00. Lantaran, sebuah ruangan di hotel tersebut diduga digunakan sebagai markas oleh operator judi online untuk beroperasi.
Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas memimpin langsung penggerebekan ini didampingi Kasatreskrim Kompol Mikael Hutabarat. Sayangnya, tempat kejadian perkara (TKP) yang tampak layaknya ruangan kantor itu sudah dalam keadaan kosong saat kegiatan ini berlangsung. Kondisinya juga berantakan.
Seperti ditinggalkan secara tergesa-gesa. Alhasil berbagai alat yang disinyalir digunakan para pelaku dalam beraksi masih tertinggal. Bambang menjelaskan, upaya ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Kapolri mengintruksikan jajaran kepolosan untuk menindak judi-judi online,” tandasnya.
Adapun mencuatnya masalah di hotel tersebut justru karena dilaporkan sendiri oleh pihak hotel pada Jumat (13/8). Bahwa ada orang yang menyewa ruangan bernama Orchid Room sejak beberapa minggu sebelumnya. Tetapi aktivitas yang dilakukan tidak lazim.
Apalagi dengan adanya pemberitaan soal instruksi Kapolri, pihak hotel pun merasa was-was dan memilih melaporkannya ke Polresta Denpasar. Tanpa buang waktu, personil Satreskrim melakukan penyelidikan dan penggerebekan ini.
“Sayangnya saat digerebek sudah kosong, tidak ada aktivitas lagi, sudah beberapa hari berhenti,” tuturnya. Beberapa alat masih berada di TKP, seperti komputer yang terdiri dari lima layar monitor dan empat CPU. Lalu, tujuh handphone, satu handy talky (HT), serta beberapa router.
Barang-barang tersebut akan diamankan untuk diperiksa oleh petugas Identifikasi Polresta. Guna mengetahui pasti kebenaran aktivitas judi online ini. Adapun informasi sementara, penyewa yang sudah menghilang ini merupakan warga lokal Indonesia.
Lebih lanjut, Bambang mengatakan akan memeriksa pihak hotel hari itu juga untuk mendalami siapa penyewa ruangan tersebut. “Semua sedang kami dalami, kami harap segera bisa terungkap kebenarannya, saat itu akan kamis sampaikan lagi lebih detail,” tutupnya.












