Penampakan hiu tutul tersebut menjadi momen yang langka, keberadaannya bisa dilihat dari jarak dekat oleh warga dan nelayan setempat. Hiu-hiu itu sempat menepi beberapa jam di kawasan perairan dangkal pantai Paciran, namun kembali ke tengah laut saat petang.
Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Surabaya, Bidang Wilayah II BBKSDA Jatim, Dodit Ari Guntoro menuturkan, bahwa penyebab sekelompok hiu tutul tersebut muncul di perairan Paciran ini karena beberapa faktor.
“Hiu tutul yang menepi ke pantai ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah peralihan musim yang mempengaruhi temperatur air laut, hingga menyebabkan hiu mencari makan dengan mengikuti perubahan temperatur air itu,” tutur Dodit saat dihubungi
Lebih lanjut, Dodit menjelaskan, bahwa penyebab lain yang membuat ikan-ikan tersebut menepi adalah karena terjadinya kesalahan navigasi, di mana ada aspek-aspek tertentu dari garis pantai atau dasar laut yang kemudian membingungkan hiu tutul tersebut.
“Adakalanya hal ini terjadi karena kesalahan navigasi, atau karena makanan atau mencari plankton, serta unsur lainnya seperti usia ataupun mengikuti pemimpin kelompok. Seperti yang kita tahu, bahwa hiu maupun paus memiliki cara berkomunikasi dan navigasi melalui pantulan suara,” pungkasnya












