Example floating
Example floating
Peristiwa

Hemat Air, Kereta Api Makin Peduli! KAI Umumkan Penurunan Konsumsi Air Drastis

Avatar
×

Hemat Air, Kereta Api Makin Peduli! KAI Umumkan Penurunan Konsumsi Air Drastis

Sebarkan artikel ini

MEMO – Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 2025 yang mengusung tema “Glaciers Preservation”, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian sumber daya air. Kabar baiknya, konsumsi air KAI mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2022, total penggunaan air KAI mencapai 782,74 megaliter, yang terdiri dari 216,91 megaliter air permukaan, 365,43 megaliter air tanah, dan 200,41 megaliter air dari PDAM. Namun, pada tahun 2023, angka tersebut turun drastis menjadi 555,76 megaliter, dengan rincian 61,84 megaliter air permukaan, 358,03 megaliter air tanah, dan 135,90 megaliter air PDAM.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Kebutuhan air ini terutama digunakan untuk keperluan domestik, seperti toilet, wudhu, dan sanitasi di seluruh wilayah operasional KAI. Untuk terus meningkatkan efisiensi penggunaan air, KAI telah menetapkan target pengelolaan air limbah yang ambisius.

“Dalam mendukung upaya efisiensi penggunaan air, KAI telah merancang serangkaian target pengelolaan air limbah. Pada periode 2024 hingga 2025, kami menargetkan pengelolaan air limbah di lebih dari 50 persen lokasi operasional,” ungkap Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, pada hari Jumat, 21 Maret 2025.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

“Target ini akan meningkat menjadi lebih dari 75 persen pada tahun 2026 hingga 2028. Dan pada tahun 2028 hingga 2060, KAI berkomitmen untuk mencapai pengelolaan air limbah di 100 persen lokasi operasional,” tambah Anne.

Selain itu, KAI juga telah menerapkan sistem pencucian kereta otomatis, Automatic Train Wash Plant (ATWP), di LRT Jabodebek. Sistem ini dilengkapi dengan Water Treatment System yang mampu mengolah air bekas pencucian agar dapat digunakan kembali, sehingga mengurangi kebutuhan akan air baru. Air demineralisasi juga digunakan untuk pembilasan akhir guna menjaga kualitas kebersihan tanpa merusak lingkungan. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk mengurangi konsumsi air dan mengelola sumber daya air secara lebih efisien.

Baca Juga: Duka Bencana Petang Di Kepuhkembeng Jombang Puting Beliung Rusak Rumah Musala Dan Warung Kopi Hingga Warga Alami Trauma