Wishnutama Kusubandio, Komisaris Utama Telkomsel, mengaku masih belum mengetahui kabar mengenai kemungkinan dirinya masuk dalam bursa Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Amerika Serikat (AS).
Hal ini diungkapkannya saat diwawancarai di Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, dengan tanggal 27 Juli 2023. Meski demikian, ia juga menyatakan tidak mendapatkan tawaran tersebut dan menyarankan untuk tidak berlebihan dalam bermimpi.
Wishnutama Kusubandio Belum Tahu Kabar Terkait Kemungkinan Pencalonan Dubes AS
Komisaris Utama Telkomsel, Wishnutama Kusubandio, mengungkapkan bahwa ia masih belum mengetahui kabar mengenai kemungkinan dirinya masuk dalam daftar calon Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
“Dalam hal ini, saya masih belum tahu sama sekali, belum pernah dibahas. Saya belum mengetahui hal tersebut,” ungkapnya ketika diwawancarai di Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada hari Kamis (27/7/2023).
Ketika ditanya mengenai pandangannya jika mendapatkan tawaran tersebut, pria yang akrab disapa Mas Tama menyarankan agar tidak terlalu banyak bermimpi.
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan
“Belum ada tawaran, sebaiknya jangan terlalu banyak berandai-andai. Saya baru saja pulang dari luar, sehingga ketika kabar ini muncul, saya tidak tahu apa-apa. Saya belum sempat bertemu dengan siapa pun, jadi saya benar-benar tidak mengetahui apa-apa. Oleh karena itu, saya juga merasa kaget,” tutur mantan Menparekraf tersebut.
Sebagai informasi tambahan, kursi Dubes AS kosong setelah Rosan Roeslani dipilih menjadi Wakil Menteri (Wamen) BUMN II.
Kursi Kosong Dubes AS, Siapa Penggantinya? Proses dan Tahapannya Dijelaskan
Rosan sendiri menjelaskan bahwa mengenai penggantinya sebagai Dubes AS akan dibahas bersama Menteri Luar Negeri setelah pertemuan di Kementerian BUMN. Pasalnya, pengangkatan Dubes AS berada dalam lingkup wewenang Menteri Luar Negeri.
“Kita belum mengetahui siapa pengganti Dubes AS. Hal tersebut merupakan kewenangan Kementerian Luar Negeri. Saya juga baru saja pulang,” jelas Rosan.
Rosan menambahkan bahwa proses pergantian posisi Dubes tidak dapat dilakukan dengan cepat. Selain itu, proses transisi dirinya dari jabatan Dubes ke Wamen BUMN juga harus diselesaikan secepatnya.
“Tentunya ada proses yang harus dijalani, tidak bisa dilakukan begitu saja. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, termasuk melalui persetujuan dari DPR dan juga meminta persetujuan agrement dari negara yang bersangkutan. Saat ini, saya akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri untuk mendapatkan arahan lebih lanjut,” tambahnya.
Wishnutama Kusubandio Belum Tahu Kabar Terkait Calon Dubes AS
Dari wawancara dengan Komisaris Utama Telkomsel, Wishnutama Kusubandio, terungkap bahwa dirinya belum mengetahui kabar mengenai kemungkinan pencalonan sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.
Ia menyatakan bahwa masalah ini belum pernah dibahas dan belum ada tawaran yang diterimanya. Wishnutama menyarankan agar tidak terlalu banyak berandai-andai dalam hal ini. Sebagai informasi tambahan, kursi Dubes AS kosong setelah Rosan Roeslani dipilih menjadi Wakil Menteri BUMN II.
Penggantian Dubes AS akan dibahas bersama Menteri Luar Negeri setelah pertemuan di Kementerian BUMN, mengingat hal tersebut merupakan wewenang Kementerian Luar Negeri.
Proses pergantian posisi Dubes tidak dapat dilakukan dengan cepat, dan harus melalui berbagai tahapan, termasuk persetujuan dari DPR serta agrement dari negara yang bersangkutan. Rosan Roeslani, yang menjabat sebagai Dubes AS saat itu, juga mengaku belum mengetahui siapa penggantinya.
Proses transisi dirinya dari Dubes ke Wamen BUMN harus diselesaikan secepatnya, sehingga ia akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.












