Hari hati, Makan Daging Kurban Berlebihan, Akibatkan Sakit Sembelit di Perut . Saat menyantap daging sapi atau kambing ketika perayaan Idul Adha, sebaiknya selalu ingat batasan porsinya agar tak berbahaya untuk kesehatan.
Bukan hanya penyakit tak menular seperti diabetes, kolesterol, dan hipertensi, kebanyakan konsumsi daging kurban ternyata bisa memicu penyakit GERD.
Dikutip dari JawaPos.com, Minggu (10/7) Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Ahli Endoskopi Gastrointenstinal Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menjelaskan daging mengandung zat gizi terutama protein dan lemak hewani. Kedua zat gizi ini merupakan zat gizi penting untuk tubuh kita.
Secara umum pada masa pertumbuhan, protein dibutuhkan untuk zat pembangun. Sedangkan pada orang dewasa protein dibutuhkan untuk menjaga keutuhan tubuh dan mengganti sel-sel yang mengalami kerusakan. Protein juga berperan penting untuk proses penyembuhan.
Lemak berperan sebagai sumber energi serta asam lemak esensial yang berperan untuk pembentukan membran sel-sel tubuh. Lemak dibutuhkan untuk pembentukan steroid dan hormon. Lemak juga berperan sebagai bumper untuk organ-organ dalam tubuh.
Dampak Terlalu Banyak Makan Daging Merah
1. Sembelit
Baca juga:Tips dari Chef Mengolah Daging Kambing Kurban Agar Tidak BauDari sisi pencernaan dampak langsung akibat mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Daging merah merupakan salah satu makanan yang membuat usus ekstra berat untuk mengeluarkannya.
“Oleh karena itu harus diimbangi oleh banyak minum dan konsumsi sayur-sayuran,” jelasnya.
2. GERD
Penyakit GERD yaitu penyakit dimana asam atau isi lambung balik arah ke atas kembali ke kekerongkongan. Maka GERD-nya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan.
“Apalagi setelah mengonsumsi daging langsung tidur karena kekenyangan, ini akan mencetuskan keluhan penyakit GERD,” ungkap Prof Ari.
Salah satu penyakit yang bisa terinduksi akibat makan lemak yang berlebihan dalam waktu singkat adalah penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux). Penyakit ini terjadi karena adanya aliran balik isi lambung termasuk asam lambung ke kerongkongan karena adanya kelemahan klep antara lambung dan kerongkongan.
Selain itu adanya gangguan pengosongan lambung juga menginduksi timbulnya GERD tersebut. Pasien dengan GERD biasanya merasakan panas pada dada seperti terbakar (heart burn). Pasien GERD juga merasakan ada sesuatu yang balik arah dari lambung naik keatas (regurgitasi), pasien merasakan mulut terasa pahit.
Tips Menghindari Sembelit dan GERD.
Menurutnya, faktor yang menginduksi timbulnya GERD yang mungkin memang sudah ada sebelumnya adalah karena mengonsumsi daging dalam waktu singkat secara berlebihan. Hal ini diperberat jika daging dimasak dengan santan yang berlebihan disertai bumbu masak yang merangsang, seperti asam dan pedas.
1. Jangan Langsung Tidur
Jika mengonsumsi daging kurban lalu langsung tidur, situasi itu akan memperburuk timbulnya GERD. Karena hal ini akan menyebabkan makanan yang telah sampai di lambung berbalik arah ke kerongkongan. Pada pasien yang memang sudah mengalami GERD maka konsumsi daging yang berlebih dan langsung tidur akan menyebabkan timbulnya panas di dada pada 4 dari 5 kasus GERD.
2. Konsumsi Sayur dan Buah
Tetap mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Sebaiknya menghindari konsumsi secara bersamaan antara daging dengan jeroan dari hewan kurban tersebut seperti usus, otak, hati, paru atau limpa. Hindari makanan yang terlalu asam dan pedas.












