Example floating
Example floating
AgroKEDIRI RAYA

Harga Pare Blitar Loyo! Petani Gigit Jari, Rupiah Menyusut Drastis di Tengah Panen!

A. Daroini
×

Harga Pare Blitar Loyo! Petani Gigit Jari, Rupiah Menyusut Drastis di Tengah Panen!

Sebarkan artikel ini
Harga Pare Blitar Loyo! Petani Gigit Jari, Rupiah Menyusut Drastis di Tengah Panen!

Blitar, Memo- 

Kabar kurang sedap menghampiri para petani pare di Kabupaten Blitar. Senyum sumringah saat panen kini harus tertahan, lantaran harga jual sayuran pahit tersebut mendadak “terkapar”. Jika sepekan lalu harga pare di tingkat pengepul masih berkisar antara Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogram (kg), kini petani hanya bisa pasrah menerima harga miris di angka Rp 4 ribu per kg.

Baca Juga: Meski Masa Angkutan Nataru Berakhir, KAI Daop 7 Madiun Tetap Sediakan Diskon Tiket 30 Persen Masih Hingga 10 Januari 2026

Para petani pun dibuat bertanya-tanya mengenai penyebab pasti terjun bebasnya harga pare ini. “Mungkin ini imbas dari permintaan pasar yang sedang lesu. Tapi dengan harga Rp 4 ribu per kilogram pun, ya lumayanlah,” ujar Fuad Hasan, seorang petani pare asal Desa Tingal, Kecamatan Garum, dengan nada pasrah pada Jumat (9/5/2025).

Fuad mengungkapkan bahwa selama ini, pemasaran hasil panen parenya hanya berkutat di pasar lokal Blitar. Selain menyetor ke lapak-lapak sayur di sekitar desanya, ia belum mampu menembus pasar di luar kota. “Ya, hanya untuk konsumsi warga lokal saja. Belum sampai bisa dipasarkan ke luar Blitar,” katanya.

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berhasil Tangkap Pelaku Pencuri Baut Rel di Blitar, Humas : Ini Kejahatan Serius

Ia menyebutkan bahwa ada beberapa pengepul pare dari wilayah Sanankulon yang datang mengambil hasil panen dari petani di desanya. Selanjutnya, para pengepul inilah yang mendistribusikan pare tersebut ke sejumlah pasar di Kota dan Kabupaten Blitar.

Fuad mengakui bahwa jenis pare “raden” yang ditanamnya belum memiliki daya tarik untuk dipasarkan ke luar Blitar. Kabarnya, hal ini disebabkan oleh tekstur kulit pare jenis ini yang cenderung kasar atau tidak semulus jenis pare lainnya yang lebih diminati pasar luar kota.

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

“Saya menanam sekitar 330 batang pare jenis raden. Sekarang ini memang sudah mulai panen, tapi hasilnya belum begitu banyak,” terang pria tersebut, sembari menunjuk ke lahan parenya yang mulai berbuah.

Di lahan seluas sekitar 50 ru miliknya, tanaman pare memang sudah mulai menunjukkan hasil. Pasalnya, usia tanaman parenya kini berkisar 35 hari, yang merupakan awal masa panen. Oleh karena itu, ia pun mulai melakukan pemetikan buah pare secara bertahap.

Fuad menjelaskan bahwa ia sengaja memilih waktu sore hari untuk melakukan pemetikan. Alasannya sederhana, pada sore hari biasanya sudah ada pesanan dari para pedagang, sehingga keesokan paginya pare yang baru dipetik akan langsung diambil.

Situasi akan berbeda ketika tanaman parenya memasuki masa puncak panen, yang biasanya terjadi pada usia sekitar 55 hari. Pada saat itu, jumlah pare yang bisa dipetik akan jauh lebih banyak, berpotensi membuat harga semakin tertekan jika permintaan pasar tidak mengalami peningkatan signifikan.

Mengenai perawatan tanaman pare, Fuad mengungkapkan bahwa tergolong cukup mudah. Pada usia beberapa hari hingga 30 hari, tanaman hanya membutuhkan penyemprotan rutin untuk menjaga dari serangan hama dan penyakit.

“Kalau untuk awal tanam, memang harus diberi pupuk kandang agar tanahnya lebih subur. Setelah itu, ada juga pupuk khusus untuk menghindari serangan ulat,” tandasnya.

Ketika tanaman pare sudah mulai berbuah, perawatan khusus diperlukan untuk memastikan pembuahan berjalan normal dan menghasilkan buah yang berkualitas.

Fuad menambahkan bahwa ia tidak menanam pare secara terus-menerus setiap dua bulan sekali. Terkadang, ia memilih untuk mengganti jenis tanaman yang ditanam di lahannya, termasuk beberapa bulan yang lalu ia sempat menanam jenis turi sayur sebelum kembali menanam pare. Ketidakpastian harga dan permintaan pasar menjadi salah satu pertimbangan petani dalam menentukan jenis tanaman yang akan mereka tanam.