Example floating
Example floating
Home

Harga Pangan Naik, Wisata Kuliner Terancam, Pakar: Stabilitas Harga Kunci Keberlanjutan

Avatar
×

Harga Pangan Naik, Wisata Kuliner Terancam, Pakar: Stabilitas Harga Kunci Keberlanjutan

Sebarkan artikel ini

MEMO – Stabilitas harga pangan memegang peran penting dalam menjaga keberlanjutan sektor wisata lokal, terutama yang berbasis kuliner. Lonjakan harga bahan pokok berpotensi mengurangi daya tarik destinasi wisata, karena berdampak pada harga makanan dan minuman yang ditawarkan kepada wisatawan.

Ketua Dewan Penasehat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), Bustanul Arifin, menjelaskan bahwa fluktuasi harga pangan menjelang Ramadan merupakan fenomena musiman.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

“Jika kenaikannya tidak bersifat permanen, maka setelah Lebaran harga akan kembali stabil,” ungkapnya dalam diskusi bersama PRO3 RRI, Senin (24/2/2025).

Ia mencontohkan bagaimana lonjakan permintaan pangan di beberapa daerah berpengaruh terhadap harga. Misalnya, di Aceh, konsumsi daging sapi meningkat drastis saat memasuki awal Ramadan, sehingga menyebabkan harga daging di wilayah tersebut cenderung lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Tak hanya itu, ketergantungan terhadap impor juga menjadi faktor utama dalam ketidakstabilan harga pangan. Produk seperti gula dan bawang putih yang masih banyak diimpor sering kali mengalami kenaikan harga karena bergantung pada kebijakan perizinan serta situasi pasar global.