Example floating
Example floating
Home

Harga Pangan Naik, Wisata Kuliner Terancam, Pakar: Stabilitas Harga Kunci Keberlanjutan

Avatar
×

Harga Pangan Naik, Wisata Kuliner Terancam, Pakar: Stabilitas Harga Kunci Keberlanjutan

Sebarkan artikel ini

MEMO – Stabilitas harga pangan memegang peran penting dalam menjaga keberlanjutan sektor wisata lokal, terutama yang berbasis kuliner. Lonjakan harga bahan pokok berpotensi mengurangi daya tarik destinasi wisata, karena berdampak pada harga makanan dan minuman yang ditawarkan kepada wisatawan.

Ketua Dewan Penasehat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), Bustanul Arifin, menjelaskan bahwa fluktuasi harga pangan menjelang Ramadan merupakan fenomena musiman.

Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Magetan Dorong Sayur Lokal Masuk SPPG Siap Edukasi Petani Agar Sesuai PSAT BGN Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah

“Jika kenaikannya tidak bersifat permanen, maka setelah Lebaran harga akan kembali stabil,” ungkapnya dalam diskusi bersama PRO3 RRI, Senin (24/2/2025).

Ia mencontohkan bagaimana lonjakan permintaan pangan di beberapa daerah berpengaruh terhadap harga. Misalnya, di Aceh, konsumsi daging sapi meningkat drastis saat memasuki awal Ramadan, sehingga menyebabkan harga daging di wilayah tersebut cenderung lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

Tak hanya itu, ketergantungan terhadap impor juga menjadi faktor utama dalam ketidakstabilan harga pangan. Produk seperti gula dan bawang putih yang masih banyak diimpor sering kali mengalami kenaikan harga karena bergantung pada kebijakan perizinan serta situasi pasar global.