Alim juga menyoroti adanya penurunan produktivitas kelapa di desanya, dari yang sebelumnya mencapai 700 kilogram menjadi hanya sekitar 300 kilogram. Ia berpendapat bahwa pemerintah pusat dan daerah memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga stabilitas harga kelapa agar tetap menguntungkan petani.
“Jika harga kelapa kembali turun, masyarakat pasti akan kembali beralih ke tanaman lain yang lebih menjanjikan, seperti kelapa sawit,” ucapnya. Alim juga mengungkapkan bahwa pihak desa telah melakukan normalisasi sungai untuk memperbaiki sistem pengairan di lahan-lahan kelapa.
Baca Juga: Anak Bakar Rumah Orang Tua di Pati Akibat Ayah Bawa Selingkuhan ke Rumah
Menurutnya, normalisasi sungai ini efektif dalam mengurangi genangan air saat musim hujan dan menjaga kelembaban tanah saat musim kemarau. Ia berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang dapat menjaga harga kelapa tetap stabil dan memberikan keuntungan yang layak bagi para petani.












