MEMO – Kabar baik menghampiri para petani kelapa di Desa Sei Kepayang Tengah, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Kepala Desa setempat, Alim Butar-Butar, mengungkapkan bahwa harga kelapa mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan harga ini menjadi angin segar dan meningkatkan pendapatan sebagian besar petani di desa tersebut.
Alim menjelaskan bahwa mayoritas lahan di Desa Sei Kepayang Tengah, sekitar 80 persen, merupakan kebun kelapa produktif. “Lonjakan harga kelapa ini memberikan dampak positif secara langsung terhadap kesejahteraan petani, meskipun hasil panen kami tetap mengalami penurunan,” ujar Alim dalam perbincangan dengan PRO3 RRI, Jumat, 21 Maret 2025.
Baca Juga: Anak Bakar Rumah Orang Tua di Pati Akibat Ayah Bawa Selingkuhan ke Rumah
Lebih lanjut, Alim menekankan bahwa sebagian besar masyarakat desa mulai kembali mengandalkan hasil kebun kelapa sebagai sumber penghasilan utama setelah harga komoditas ini meningkat. Menurutnya, kenaikan harga kelapa dipicu oleh tingginya permintaan ekspor dan penurunan produktivitas akibat gangguan hama dan penyakit.
“Kami melihat banyak kelapa yang dikirim ke Batam. Bahkan, ada juga yang diekspor ke negara tetangga seperti Thailand dan juga ke China,” jelasnya.












