Solusi Mengatasi Harga Cabai Rawit di Sumenep Meroket
Masalah fluktuasi harga komoditas pangan akibat faktor alam memang sulit dihindari secara total. Namun, langkah mitigasi yang cepat dari pemangku kebijakan sangat dinantikan untuk meredam dampak negatif dari fenomena harga cabai rawit di Sumenep meroket. Kesadaran masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan pekarangan sebagai kebun mini juga bisa menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi ketidakstabilan harga pasar. Sembari menunggu cuaca kembali normal, diharapkan distribusi pangan tetap berjalan lancar sehingga beban ekonomi masyarakat Sumenep tidak semakin berat di tengah musim penghujan ini.
FAQ
Kenaikan dipicu oleh curah hujan tinggi selama sepekan yang merusak tanaman petani dan menghambat proses distribusi ke pasar tradisional.
Berdasarkan pantauan terbaru, harga telah menembus angka Rp80.000 per kilogram, naik hampir 100% dari harga normal.
Ya, cabai merah besar dan cabai keriting juga mengalami kenaikan harga, namun tidak se-signifikan cabai rawit merah.
Biasanya dilakukan pemantauan stok oleh dinas terkait dan potensi operasi pasar jika harga terus melonjak di atas batas kewajaran.












