“Hujan beberapa waktu terakhir menghambat distribusi dari daerah penghasil. Di saat yang sama, kebutuhan pasar tetap tinggi,” jelas Iwan. Ia juga menyebut bahwa komoditas lain seperti bawang putih, jeruk lokal, telur ayam, ikan kembung, dan daging sapi ikut mengalami kenaikan meski tidak terlalu besar.
Namun, tidak semua harga bergerak naik. Beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Cabai rawit, misalnya, tercatat turun cukup tajam sebesar 12,21 persen. Beras IR64 premium juga mengalami koreksi harga turun 1,64 persen, disusul oleh penurunan tipis pada minyak goreng kemasan dan minyak curah.
Data ini diperoleh dari hasil pantauan di 20 pasar tradisional melalui sistem pemantauan harga berbasis aplikasi Sinergi Smart, yang merupakan bagian dari kolaborasi antara Dinas PMD dan Disparindag Kabupaten Mojokerto.
“Kami terus memantau dinamika harga setiap hari dan menjaga komunikasi aktif dengan pedagang, koperasi, serta Bulog untuk memastikan pasokan tetap stabil dan harga tidak melonjak tak terkendali,” tutup Iwan yang juga menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mojokerto.












