Mojokerto, Memo
Sejumlah harga kebutuhan pokok di Kabupaten Mojokerto kembali mengalami perubahan. Kenaikan cukup terasa terutama pada komoditas beras dan bawang merah, yang merupakan bahan pokok utama bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah, menyampaikan bahwa lonjakan harga beras, baik jenis medium maupun premium, dipengaruhi oleh berakhirnya masa panen raya. Sementara itu, permintaan masyarakat tetap tinggi, tetapi pasokan dari petani mulai menipis.
“Harga beras IR64 medium kini berada di angka rata-rata Rp13.039 per kilogram, naik 0,64 persen. Bahkan di beberapa pasar tradisional sudah menyentuh Rp14 ribu, jauh di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) sebesar Rp12.500. Untuk jenis premium, kisaran harga saat ini antara Rp13.500 sampai Rp16.000 per kilogram,” ujar Iwan, Rabu (23/7/2025).
Ia menambahkan, kenaikan harga di pasar tak lepas dari naiknya harga gabah di tingkat petani. Hal serupa terjadi pada bawang merah yang kini tembus Rp39.625 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar 1,84 persen dibanding minggu lalu. Faktor cuaca dan distribusi disebut sebagai penyebab utama terbatasnya pasokan.












