Example floating
Example floating
Internasional

Haiti di Ambang Runtuh: Mayat-mayat Bergelimpangan, Lebih dari 50 Tewas Akibat Gengster

A. Daroini
×

Haiti di Ambang Runtuh: Mayat-mayat Bergelimpangan, Lebih dari 50 Tewas Akibat Gengster

Sebarkan artikel ini
Mayat-mayat Bergelimpangan, Lebih dari 50 Tewas Akibat Gengster

Kekerasan di Haiti kini melampaui batas yang bisa dibayangkan. Laporan terbaru dari Jaringan Pertahanan Hak Asasi Manusia Nasional (RNDDH) pada Selasa (16/9/2025) menggambarkan pemandangan horor yang kian menjadi-jadi. Lebih dari 50 nyawa melayang dalam serangan geng di utara ibu kota, Port-au-Prince.

Yang paling mengerikan, mayat-mayat para korban ditemukan tergeletak begitu saja di semak-semak, menjadi santapan anjing liar.

Baca Juga: Spektakuler Pecahkan Rekor MURI Khofifah Dan Utusan Khusus Raja Salman Ajak Ribuan Warga Bukber Sebagai Simbol Persaudaraan Dunia

Kebrutalan ini adalah bagian dari gelombang serangan tanpa henti yang dilancarkan geng-geng, khususnya koalisi Gen Viv Ansanm. Mereka telah membakar puluhan rumah dan memaksa penduduk sipil untuk melarikan diri, ada yang ke daerah tetangga, ada pula yang nekat berlayar ke laut dengan perahu sekadar untuk menyelamatkan diri dari para penyerang.

Sejak awal 2024, Haiti telah terperosok dalam jurang krisis. Kekerasan yang terus meluas telah memicu pengunduran diri Perdana Menteri Ariel Henry dan menyerahkan kekuasaan ke dewan transisi presiden.

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

Namun, negara itu masih belum berhasil meredam kekejaman yang terus merebak. Meskipun Haiti telah meminta bantuan pasukan multinasional yang dipimpin Kenya, situasi di lapangan menunjukkan tanda-tanda yang tidak membaik.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sudah berulang kali memperingatkan bahwa otoritas negara di Haiti sedang runtuh, dengan para geng kini menguasai lebih dari 90 persen wilayah ibu kota.

Baca Juga: Operasi "Smash and Grab": Amerika Serikat Dilaporkan Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Dengan jumlah korban tewas yang mencapai 3.141 orang di paruh pertama tahun ini, setiap laporan baru adalah pengingat betapa gentingnya situasi ini. PBB pun mengutuk keras serangan tersebut, menyerukan negara-negara di dunia untuk mempercepat bantuan logistik, personel, dan pendanaan bagi misi keamanan.