Saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III (Siaga). Mengingat kondisi ini, masyarakat dan para pengunjung kembali diimbau dengan tegas untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi gunung.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan senantiasa mengikuti arahan yang diberikan oleh pemerintah daerah setempat. Selain itu, penting untuk tidak mudah mempercayai dan menyebarkan isu-isu yang tidak memiliki sumber yang jelas.
Masyarakat yang tinggal di sekitar gunung juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya banjir lahar hujan di sungai-sungai yang alirannya berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki. Kewaspadaan ini sangat penting terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah-wilayah seperti Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Desa Nawakote.
Bagi masyarakat yang wilayahnya terdampak hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, sangat disarankan untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Langkah ini penting untuk menghindari potensi bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.












