Example floating
Example floating
Home

Gugatan Uni Eropa Bikin Indonesia Bergetar! Nikel Membelah Dunia!

Avatar
×

Gugatan Uni Eropa Bikin Indonesia Bergetar! Nikel Membelah Dunia!

Sebarkan artikel ini
Gugatan Uni Eropa Bikin Indonesia Bergetar! Nikel Membelah Dunia!
Gugatan Uni Eropa Bikin Indonesia Bergetar! Nikel Membelah Dunia!
Example 468x60

Bahlil juga pernah membagikan reaksi Presiden RI Jokowi ketika mengetahui tentang kekalahan Indonesia dalam gugatan Uni Eropa di WTO. “Apa yang dikatakan oleh Pak Presiden? Hati-hati, memang, ketika orang dari desa menjadi pemimpin, kepemimpinannya kuat. Apa yang dikatakan oleh Presiden? Mas Bahlil, negara ini sudah merdeka, negara ini memiliki pemerintahan dan rakyat yang dilindungi oleh undang-undang. Kami tidak boleh menyerah kepada negara mana pun yang mencoba menekan kami, kita harus melawan Uni Eropa di WTO,” jelas Menteri Bahlil dalam Kuliah Umum Menteri Investasi/Kepala BKPM di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada tanggal 3 September 2023.

Bahlil juga menekankan bahwa nikel adalah bahan utama dalam produksi barang yang mendorong energi hijau dan ramah lingkungan yang saat ini menjadi fokus di seluruh dunia, terutama dalam produksi baterai untuk kendaraan listrik. “Baterai ini terbuat dari empat bahan baku utama: nikel, kobalt, mangan, dan lithium,” jelasnya.

Seperti yang diketahui, Indonesia memiliki tiga dari empat bahan baku baterai listrik tersebut, yaitu nikel, kobalt, dan mangan. Hanya lithium yang tidak dimiliki oleh Indonesia. Oleh karena itu, Bahlil menyatakan bahwa negara-negara lain, termasuk Uni Eropa, tidak ingin melihat industri dalam negeri Indonesia berkembang.

Ini adalah faktor utama di balik campur tangan di WTO, yang mencoba membatasi perkembangan industri dalam negeri Indonesia.

Indonesia Siap Berjuang Melawan Gugatan Uni Eropa Terkait Nikel

Indonesia tidak gentar dalam menghadapi gugatan Uni Eropa terkait nikel. Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Kepala BKPM, menjelaskan bahwa Presiden Jokowi telah menginstruksikan agar Indonesia terus berjuang di WTO untuk melindungi kebijakan dalam negeri yang melarang ekspor bijih nikel.

Baca Juga  Kirim Bantuan Tahap 3 ke Myanmar, Misi Kemanusiaan Terus Berlanjut

Dalam konteks ini, Indonesia menegaskan bahwa tidak ada negara yang ingin campur tangan dalam urusan ekonominya. Nikel, sebagai bahan utama dalam industri baterai yang ramah lingkungan, menjadi fokus penting dalam perjuangan ini.

Indonesia memiliki tiga dari empat bahan baku utama baterai, dan negara ini berkomitmen untuk mempertahankan kedaulatannya dalam industri tersebut. Dengan tekad yang kuat, Indonesia siap menghadapi gugatan Uni Eropa dan menjaga kebijakan hilirisasi nikelnya di dalam negeri.