Beberapa pejabat sering kali menghadap ke Pak Wali dalam urusan kesekretariatan dan birokrasi. Pertemuan dilakukan di rumah dinas.
Selama Satu Semester, Minim Penyerapan Aanggaran, Banyak Piutang Vendor Belum Terbayar
Selama satu semester, penyerapan anggaran di sekretariat Pemkot tergolong minim dan lambat. Enam bulan pertama, anggaran di kelurahan kelurahan di Kota Kediri, terganjal birokrasi di kesekretariatan. Piutang proyek fisik dan pengadaan, juga lambat.
Baca Juga: Kasus Korupsi Gratifikasi Perangkat Desa Kediri Menyeret Nama Kepala Dinas Sosial Subur Widono
Karena itulah, Walikota Kediri menganggap gagal terhadap Sekkota Kediri Bagus Alit, dalam mengorkestrasikan, penyerapan anggaran APBD 2025. Sehingga, kegagalan Sekkota Kediri itu, berdampak hingga ke tingkat kelurahan kelurahan yang ada di 3 kecamatan.
Begitu juga Ketua Bappeda Kota Kediri Ning Suyudi, juga gagal dalam menyelesaikan piutang ke beberapa vendor di Kantor Dinas Komunikasi dan Informasi.
Selain sebagai Ketua Bappeda Kota, Chevy Ning Suyudi, juga merangkap sebagai Plt Kepala Dinas Kominfo .
” Itu kesalahan staf di Kominfo. Sudah saya telusuri ke staf Kominfo, katanya juga kesalahan pejabat sebelumnya,” ujar Ning Suyuti saat dihubungi Memo, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Festival Dai Kediri Season 6 Dibuka Dorong Pemuda Sambut Indonesia Emas 2045
Ini, Daftar 32 Pejabat Yang Dilantik dan Disemangati Mbak Wali Kota, Vinanda
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati resmi melantik dan mengambil sumpah 23 Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Pelantikan yang berlangsung di Ruang Joyoboyo, Kamis.
Turur hadir, Wakil Wali Kota Qowimuddin dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), Edi Darmasto, yang bertindak sebagai saksi.
Dalam sambutannya, Mbak Wali menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Kebijakan ini, menurutnya, didasarkan pada hasil uji psikologis dan uji kompetensi untuk memenuhi kebutuhan organisasi agar lebih efektif dan efisien.
“Mutasi atau rotasi ini bukan suatu kegagalan. Melainkan kesempatan untuk belajar hal-hal baru, mengembangkan diri, dan berkontribusi lebih luas bagi masyarakat. Terrus semangat,” ujar Wali Kota termuda ini.
Ia menekankan bahwa sebagai garda terdepan pelayanan publik, para pejabat harus bekerja secara profesional, adaptif, dan penuh semangat pengabdian.
“Saya yakin Bapak Ibu punya kompetensi dan kapabilitas. Maka dari itu, di tempat yang baru diharapkan dapat cepat beradaptasi dan bekerja dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, 32 pejabat yang dilantik, dantaranya adalah;
Bagus Alit sebagai Asisten Administrasi Umum
Endang Kartika Sari sebagai Kepala Dinas PUPR
Rony Yusianto sebagai Kepala Diskominfo
Mandung Sulaksono sebagai Kepala Dinas Pendidikan
M. Ferry Djatmiko sebagai Kepala Bappeda
Tanto Widjohari sebagai Kepala BKPSDM
Muklis Isnaini sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik
Moh. Ridwan sebagai Kepala Disperdagin
Didik Catur sebagai Kepala Bakesbangpol
Zachrie Achmad sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM
Bambang Priambodo sebagai Kepala Disbudparpora
Arief Cholisudin sebagai Kepala Dinas Perhubungan
Fajri Mubasysyir sebagai Kepala DP3AP2KB
Anang Kurniawan sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman
Paulus Luhur sebagai Kepala Satpol PP
Imam Muttakin sebagai Kepala Dinas Sosial
Wahyu Kusuma Wardhani sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan
Eko Lukmono sebagai Kepala Dinkop UMTK
Heri Purnomo sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan
Syamsul Bahri sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra
Chevy Ning Suyudi sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan
Un Ahmad Nurdin sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
Indun Munawaroh sebagai Kepala DLHKP












