Kediri, Memo
Pertama, mutasi besar besaran digelar . Sebanyak 32 pejabat Pemkot dilantik Walikota Kediri, Kamis. Gerbong ‘Pak Wali’ resmi mendampingi kerja Mbak Wali Vinanda.
Dua pejabat penting ‘geng Abu Bakar’ pada tahun pertama pemerintahan Mbak Wali Vinanda, tersingkir. Yakni, Sekkota Kediri Bagus Alit dan Ketua Bappeda Kota Chevy Ning Suyudi.
Baca Juga: Kasus Korupsi Gratifikasi Perangkat Desa Kediri Menyeret Nama Kepala Dinas Sosial Subur Widono
Satu Kandidat Sekkota Gugur, Dua Kandidat Lainnya Bersaing
Sebelumnya, Sekkota Kediri Bagus Alit, diisukan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekkota. Bagus Alit adalah anak emas Abu Bakar, Walikota Kediri sebelumnya.
Sedang Ketua Bappeda Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi, loyalis Bagus Alit. Dia sering disebut menjadi kandidat kuat Sekkota, bersaing dengan dua kandidat lainnya, Fery Djatmiko dan Anang Kurniawan .
Namun, sejak mutasi 32 pejabat Pemkot Kediri digelar, peta persaingan Sekkota Kediri, berubah. Chevy Ning Suyudi, terlempar ‘ngotak’ di Kantor Arsip dan Perpusatakaan. Sedang Bagus Alit ‘mojok’ sebagai Asisten Administrasi Umum.
Nyaris, kandidat Sekkota Kediri, tinggal dua pejabat. Masing masing jebolan STPDN. Keduanya, juga dekat dengan “Pak Wali”.
Baca Juga: Festival Dai Kediri Season 6 Dibuka Dorong Pemuda Sambut Indonesia Emas 2045
Yaitu, Fery Djatmiko, sekarang menduduki jabatan Ketua Bappeda Kota Kediri, dan Anang Kurniawan menjabat sebagai Kepala Dinas Perkim Kota Kediri.
Sebuah sumber di Pemkot Kediri, menyampaikan, “Pak Wali” menguji kemampuan Anang Kurniawan di Dinas Perkim, sambil menyelesaikan kasus proyek Alun alun Kota yang mangkrak.
” Kelihatannya, Pak Wali, memberi tugas khusus ke mas Anang, untuk membereskan kemelut proyek alun alun yang mangkrak,” kata sumber Memo, yang meminta disebut sebagai anonim.
Walikota Kediri Buka Peluang Dua Posisi Penting, Calon Sekkota dan Inspektorat Kota
Dua posisi penting, pada mutasi gerbong pertama di lingkungan sekretariat Pemkot Kediri, sengaja dibiarkan oleh ‘Pak Wali’. Kedua posisi tersebut, strategis dan harus diisi kandidat yang memiliki kedekatan dan loyalitas pada ‘Pak Wali’.
” Loyal saja tidak cukup,” ujar sumber Memo itu, telihat serius. Harus teruji, katanya.
Satu persyaratan lagi, adalah mampu mendampingi ‘Mbak Wali’ ( sebutan Walikota Kediri Vinanda, red) selama 5 tahun ke depan, memimpin pemerintahan Kota Kediri.
Masih kata sumber anonim itu, Walikota Vinanda, dianggap terlalu muda dan minim pengalaman dalam mengelola para pemain anggaran, petualang sekretariat dan politisi. Masih belajar banyak hingga dianggap mampu membedakan ASN pekerja keras dan penjilat.
Sekedar tahu, sebutan ‘Pak Wali’, adalah sebutan yang sering disampaikan para ASN di lingkungan Pemkot Kediri. Pak Wali, mengacu pada sosok orang kuat di rumah dinas Walikota Kediri.












