Jika situasi dibiarkan seperti saat ini, kata dia, maka baik Novanto maupun partai akan menjadi sandera politik. Hal itu tak baik bagi keduanya.
“Di tengah serbuan caci maki rakyat yang makin meluas, Setya Novanto tentu membutuhkan ketenangan menghadapi tuntutan hukum maupun tuntutan kesehatannya,” kata Mirwan.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Ketua DPR yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto akan menjalani operasi, Senin (18/9/2017) pagi, di RS Premiere Jatinegara, Jakarta Timur. Operasi yang akan dijalaninya pagi ini terkait kondisi jantungnya.
Tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP itu akan menjalani tindakan kateterisasi jantung.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Awalnya, Novanto dirawat di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta Pusat. Dokter menyarankan tindakan kateterisasi karena adanya gejala disfungsi jantung Novanto.
Adapun pada Senin hari ini, adalah jadwal pemanggilan kedua Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.
Ia tak hadir pada pemanggilan pertama karena kondisi kesehatan yang menurut Idrus Marham tak memungkinkan untuk hadir dalam pemeriksaan.












