Jika situasi dibiarkan seperti saat ini, kata dia, maka baik Novanto maupun partai akan menjadi sandera politik. Hal itu tak baik bagi keduanya.
“Di tengah serbuan caci maki rakyat yang makin meluas, Setya Novanto tentu membutuhkan ketenangan menghadapi tuntutan hukum maupun tuntutan kesehatannya,” kata Mirwan.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Ketua DPR yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto akan menjalani operasi, Senin (18/9/2017) pagi, di RS Premiere Jatinegara, Jakarta Timur. Operasi yang akan dijalaninya pagi ini terkait kondisi jantungnya.
Tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP itu akan menjalani tindakan kateterisasi jantung.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Awalnya, Novanto dirawat di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta Pusat. Dokter menyarankan tindakan kateterisasi karena adanya gejala disfungsi jantung Novanto.
Adapun pada Senin hari ini, adalah jadwal pemanggilan kedua Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Ia tak hadir pada pemanggilan pertama karena kondisi kesehatan yang menurut Idrus Marham tak memungkinkan untuk hadir dalam pemeriksaan.












