Dalam sebuah langkah yang cukup langka, mengingat kebiasaan mereka yang cenderung menolak bantuan asing, junta Myanmar juga akhirnya meminta bantuan dari negara-negara lain. Di sisi lain, tim penyelamat di Bangkok masih terus berupaya mencari korban yang terjebak di reruntuhan gedung pencakar langit yang ambruk.
Namun, harapan untuk menemukan korban selamat di Bangkok semakin menipis seiring berjalannya waktu. Hingga saat ini, 13 orang telah dipastikan meninggal dunia di Bangkok, sementara 74 orang lainnya masih belum ditemukan.
Pejabat Thailand mengungkapkan bahwa hasil pengujian menunjukkan bahwa beberapa baja yang digunakan dalam konstruksi gedung yang runtuh tersebut tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Pemerintah Thailand juga tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya gedung tersebut.
Sebagai bentuk penghormatan dan mengenang para korban yang meninggal dunia akibat gempa, Myanmar mengadakan upacara mengheningkan cipta selama satu menit pada hari Selasa (1/4/2025). Selain itu, junta Myanmar juga mengumumkan masa berkabung selama satu minggu dan menginstruksikan untuk mengibarkan bendera setengah tiang di seluruh negeri.












