Example floating
Example floating
Jatim

Gelombang Protes Guru SMKN 1 Ponorogo Tolak Mutasi Kepala Sekolah Hingga Turun Jalan

Andika Sifaul Muna
×

Gelombang Protes Guru SMKN 1 Ponorogo Tolak Mutasi Kepala Sekolah Hingga Turun Jalan

Sebarkan artikel ini
Guru SMKN 1 Ponorogo Tolak Mutasi Kepala Sekolah
  • Ratusan tenaga pendidik dan staf SMKN 1 Ponorogo menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk penolakan atas keputusan mutasi kepala sekolah mereka.
  • Massa menilai pergantian kepemimpinan tersebut dilakukan secara mendadak dan dikhawatirkan mengganggu stabilitas program pendidikan yang sedang berjalan.
  • Aksi ini memicu perhatian publik setelah para guru melakukan jalan kaki bersama menuju kantor dinas terkait untuk menyampaikan tuntutan pembatalan mutasi.

Aksi Solidaritas Guru Ponorogo Terkait Mutasi Kepemimpinan Sekolah

PONOROGO, MEMO

Suasana di lingkungan SMKN 1 Ponorogo mendadak riuh bukan karena aktivitas belajar mengajar, melainkan oleh aksi solidaritas ratusan guru yang turun ke jalan. Para pengajar dan staf sekolah tersebut kompak menyuarakan protes keras terhadap kebijakan mutasi yang menimpa Kepala SMKN 1 Ponorogo.

Baca Juga: Kejari Kota Kediri Mutasi, Theresia Tri Widorini Geser Berganti Rivo Chandra Makarupa

Dengan membawa berbagai poster tuntutan, massa melakukan long march menuju Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo-Magetan. Langkah ini diambil sebagai bentuk desakan kepada pemerintah provinsi agar meninjau kembali atau membatalkan Surat Keputusan (SK) mutasi yang dinilai tidak akomodatif terhadap kemajuan sekolah.

Keresahan para guru ini bukan tanpa alasan. Mereka menganggap sosok kepala sekolah yang saat ini menjabat telah berhasil membawa perubahan positif dan ritme kerja yang kondusif di SMKN 1 Ponorogo.

Baca Juga: Yai Mim Resmi Laporkan Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Karyawan ke Polresta Malang Kota

Perpindahan kepemimpinan yang dianggap tiba-tiba ini dikhawatirkan akan memutus keberlanjutan berbagai proyek strategis dan inovasi pendidikan yang tengah dikembangkan.

“Kami merasa kepemimpinan saat ini sudah sangat baik dan sinkron dengan visi guru-guru di sini. Mutasi ini terasa sangat dipaksakan dan mendadak,” ujar salah satu koordinator aksi di tengah kerumunan massa.

Baca Juga: Meski Masa Angkutan Nataru Berakhir, KAI Daop 7 Madiun Tetap Sediakan Diskon Tiket 30 Persen Masih Hingga 10 Januari 2026

Selama aksi berlangsung, para guru menekankan bahwa tuntutan mereka murni merupakan aspirasi dari bawah demi kepentingan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

Mereka berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bisa lebih bijak dalam melakukan rotasi jabatan, terutama di sekolah-sekolah yang sedang dalam tren performa meningkat.

FAQ

Para guru menganggap kepala sekolah saat ini memiliki kinerja yang sangat baik dan mutasi yang mendadak dianggap dapat merusak stabilitas serta program-program unggulan yang sedang berjalan di sekolah.

Ratusan guru tersebut melakukan aksi jalan kaki menuju Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo-Magetan untuk menyerahkan petisi penolakan.

Pihak Cabang Dinas Pendidikan menyatakan telah menerima aspirasi para guru dan akan meneruskannya ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebagai otoritas yang mengeluarkan kebijakan mutasi.

Meskipun para guru turun ke jalan, mereka menegaskan bahwa aksi ini adalah upaya untuk menjamin kualitas pendidikan jangka panjang bagi siswa melalui kepemimpinan yang stabil.

Harapan utamanya adalah agar Surat Keputusan (SK) mutasi tersebut dicabut dan kepala sekolah yang lama tetap dipertahankan untuk memimpin SMKN 1 Ponorogo.