Selama hidupnya, KH Ahmad Hanafiah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia di tanah Lampung. Ia mendirikan Laskar Hizbullah, sebuah organisasi pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan, yang menjadi wadah pendidikan militer bagi santri pada masa itu.
Saat agresi Belanda pada 1947, ia bersama Laskar Hizbullah dan tentara Indonesia melawan di Kamerung, hutan dekat Baturaja.
Pertempuran itu terjadi dengan pasukan Laskar Hizbullah dan Sabilillah yang hanya bersenjatakan golok. KH Ahmad Hanafiah sendiri ditangkap dan tenggelam di Sungai Ogan oleh Belanda. Makamnya hingga kini tidak diketahui.
Dikenal sebagai “Laskar Golok,” ia merupakan tokoh agama, ulama, pejuang, politisi, dan Komandan Perang yang pemberani dan ditakuti oleh lawan.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Pendidikan KH Ahmad Hanafiah meliputi tamat sekolah Guverment di Sukadana pada tahun 1916, belajar ilmu pengetahuan agama Islam di Pesantren Jamiatul Chair di Jakarta, belajar di Pesantren Kelantan Malaysia, dan kuliah di Masjidil Haram Makkah Saudi Arabia.
Ia juga aktif dalam organisasi, seperti menjadi anggota Sa-ngi-kai Karisedenan Lampung pada masa penjajahan Jepang dan menjabat sebagai ketua Komite Nasional Indonesia Kawedanan Sukadana.
Gugur sebagai syuhada pada tahun 1947, KH Ahmad Hanafiah meninggalkan jejak sebagai pejuang dan tokoh ulama yang berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pahlawan Nasional Lampung, KH Ahmad Hanafiah: Perjuangan dan Kepahlawanan yang Menginspirasi
Dengan penambahan gelar Pahlawan Nasional untuk KH Ahmad Hanafiah, Lampung kini memiliki dua tokoh yang dihormati sebagai pahlawan nasional. Jejak perjuangan beliau sebagai seorang ulama, pendiri ‘Laskar Hizbullah’, dan komandan perang yang berani telah meninggalkan warisan inspiratif.
Pemberian gelar ini menjadi sumber kebanggaan bagi masyarakat Lampung, yang dapat merayakan keberanian dan keteguhan hati salah satu tokoh terkemuka dalam sejarah perjuangan bangsa. Semoga, penghargaan ini menginspirasi generasi masa depan untuk meneruskan semangat kepatriotan dan perjuangan demi menjaga kedaulatan negara.












