Example floating
Example floating
SURABAYA RAYA

Gejolak Relokasi RPH Pegirian Surabaya Ratusan Jagal Sapi Protes Bawa Ternak ke Dewan

A. Daroini
×

Gejolak Relokasi RPH Pegirian Surabaya Ratusan Jagal Sapi Protes Bawa Ternak ke Dewan

Sebarkan artikel ini
Gejolak Relokasi RPH Pegirian Surabaya Ratusan Jagal Sapi Protes

Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Muhamad Faridz Afif, yang menerima perwakilan massa, mencoba memediasi situasi tersebut. Legislator ini memahami bahwa ada ikatan emosional dan sejarah panjang di RPH Pegirian. Namun, ia juga mengingatkan bahwa penataan kota memerlukan ruang untuk berkembang.

Solusi yang ditawarkan saat ini adalah skema kompensasi transportasi dan perbaikan fasilitas di lokasi baru agar menyerupai kenyamanan di lokasi lama. Namun, tawaran tersebut tampaknya belum cukup untuk meredam kekhawatiran para jagal yang terancam kehilangan pelanggan tetap di wilayah utara.

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Konflik ini memunculkan kekhawatiran baru terkait stabilitas stok daging di Kota Pahlawan. Jika mogok kerja benar-benar dilakukan sebagai bentuk protes lanjutan, maka distribusi daging sapi ke pasar-pasar utama bisa terganggu. Para ahli kebijakan publik menyarankan agar pemerintah kota mengedepankan dialog partisipatif daripada pendekatan administratif semata.

Penataan kota yang estetis memang penting, namun ketahanan ekonomi kerakyatan di sektor pangan tidak boleh dikorbankan demi pembangunan gedung perkantoran baru.

Baca Juga: YDSF Salurkan THR Rp.3 Milyar untuk Sekitar 6.000 Guru Al-Quran di Akhir Ramadhan

Hingga berita ini diturunkan, suasana di sekitar gedung dewan telah berangsur kondusif, namun ketegangan antara kebijakan pemerintah dan aspirasi akar rumput masih terasa kental.

Kelanjutan nasib relokasi RPH Pegirian kini bergantung pada sejauh mana efektivitas komunikasi antara Pemkot Surabaya, manajemen RPH, dan para jagal dalam merumuskan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) sebelum operasional sepenuhnya dipindahkan ke Surabaya Barat.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Pemprov Jatim, YDSF Dukung Pondok Ramadhan untuk Disabilitas Pendengaran

FAQ

Alasan utama penolakan adalah jarak lokasi baru (Tambak Osowilangun) yang dinilai terlalu jauh dari pasar utama mereka, sehingga meningkatkan biaya transportasi dan risiko penurunan kualitas daging segar.

Pemkot berencana menggunakan lahan eks RPH Pegirian untuk pembangunan kantor kecamatan dan pelayanan publik, serta ingin memodernisasi fasilitas pemotongan hewan ke tempat yang lebih standar di Surabaya Barat.

Hingga saat ini distribusi masih berjalan, namun terdapat ancaman mogok kerja dari para jagal jika aspirasi mereka tidak diakomodasi, yang berpotensi mengganggu stok daging di pasar tradisional.

Pihak dewan menyarankan adanya subsidi transportasi bagi jagal dan memastikan fasilitas di Tambak Osowilangun sudah siap 100% sebelum pemindahan dilakukan secara bertahap.