Kepala Desa Johowinong, Rojiun, turut memberikan konfirmasi mengenai penemuan jasad tersebut. Ia menerima informasi dari pihak Polsek Mojoagung terkait kondisi rumah kontrakan yang ternyata menyimpan jasad manusia dalam keadaan rusak parah.
“Pihak polisi menghubungi kami karena di rumah kosong itu ditemukan jasad yang sudah membusuk. Terduga pelaku sudah menyerah dan mengaku sudah membunuh suaminya,” jelas Rojiun, menggarisbawahi pengakuan dari FP.
Baca Juga: Kualitas Menu Makan Bergizi Gratis di Madiun Disorot Akibat Temuan Jambu Busuk
Dugaan Racun dan Kondisi Jasad yang Tak Dikenali
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, korban LK diduga dihabisi menggunakan racun. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah sangat parah hingga tidak dapat dikenali lagi. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Kades Johowinong, “Baunya menyengat. Jasad korban sudah tidak bisa dikenali. Tadi polisi kesini mencari sisa racun,” ujarnya.
Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif pembunuhan dan kronologi lengkap di balik kejadian tragis ini, termasuk mencari sisa-sisa racun yang diduga digunakan pelaku.
Baca Juga: Dugaan Telur Busuk Program Makan Bergizi Gratis di Madiun Coreng Citra Satuan Pelayanan
Kasus ini sontak menjadi perhatian publik, terutama karena lamanya jeda waktu antara kejadian dan penemuan jasad korban. Terduga pelaku FP kini telah diamankan dan akan menjalani proses hukum lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.












