Doni mengungkapkan alasan di balik fokus pada subsektor ini: “Film, Animasi, dan Video (FAV) diproyeksikan memiliki tingkat pertumbuhan paling tinggi di antara seluruh subsektor ekonomi kreatif.” Angka-angka ini menjadi dorongan kuat bagi investasi talenta.
Namun, pertumbuhan pesat itu menuntut kesiapan ekosistem dan sumber daya manusia yang mumpuni. Di sinilah peran AKTIF menjadi krusial. Program ini hadir untuk membekali talenta-talenta kreatif di daerah dengan skill profesional, mulai dari mengolah ide mentah, meramu cerita yang punya nilai jual komersial, hingga merancang strategi distribusi dan membangun branding portfolio yang kuat.
Agustini Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Media, menambahkan pandangannya tentang nilai strategis AKTIF. “Akselerasi Kreatif tidak hanya mendorong ekspresi kreatif, tapi juga memastikan karya yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi dan potensi karir di industri,” tandas Agustini.
Baginya, kolaborasi erat dengan pemerintah daerah seperti Kediri adalah kunci utama. Ini memastikan bahwa denyut nadi ekosistem kreatif nasional benar-benar tumbuh dari akar rumput di daerah, sejalan dengan visi besar EKRAF sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang berlandaskan kekuatan lokal. Kediri siap menjadi panggung bagi bintang-bintang film masa depan!
Baca Juga: Istri Jadi Caleg, Suami Diduga Gunakan Uang Suap Rp2 Miliar untuk Dana Kampanye












