Materi pelatihan dari IDEA AI mencakup pengenalan AI, pengembangan perangkat lunak berbasis AI, pemanfaatan generative AI untuk pembuatan materi presentasi, audio-visual, hingga teks, serta etika penggunaan AI. Prof. Yusuf menegaskan, pemahaman etika AI sangat penting agar mahasiswa mampu menempatkan AI secara bijak, tidak menggunakannya secara membabi buta, dan tetap mengasah kemampuan berpikir kritis.
Pelatihan berlangsung selama 5 jam pembelajaran dengan kuis di setiap modul. Peserta yang belum lulus mendapat kesempatan mengulang hingga tiga kali. Akses modul telah dibagikan melalui email resmi UB, dengan sistem pause and resume sehingga mahasiswa dapat menyesuaikan waktu belajar.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Menurut Prof. Yusuf, program ini relevan untuk seluruh program studi di FTP, mulai dari bioproses, bioteknologi, teknik lingkungan, teknik pertanian, agroindustri, hingga teknologi pangan. Ia optimis, sertifikasi AI ini akan membuka peluang kolaborasi riset lintas disiplin yang berstandar internasional dan beretika.
“AI akan menjadi penggerak utama inovasi di masa depan. Karena itu, kami ingin mahasiswa sudah akrab dengan teknologi ini sejak awal mereka menempuh pendidikan di kampus,” pungkasnya.












